7.750 Pelari Ramaikan Mangkunegaran Run 2026, Wisata dan UMKM Jateng Ikut Terdongkrak

Alim Nawawi

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURAKARTA, Kabarsatu.id – Perayaan puncak Adeging Mangkunegaran ke-269 berlangsung semarak melalui ajang Mangkunegaran Run 2026 yang sukses menarik 7.750 pelari dari berbagai daerah, Minggu pagi (3/5/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang promosi budaya, pariwisata, kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat di Kota Surakarta.

Rute lomba dimulai dari Stadion Manahan dan berakhir di Pura Mangkunegaran.

Sepanjang perjalanan, peserta menikmati suasana khas Kota Solo yang berpadu dengan nuansa budaya lokal.

Sambutan hangat masyarakat, pertunjukan seni tradisional, hingga deretan stan UMKM menambah semarak acara tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai Mangkunegaran Run menjadi contoh nyata bagaimana sport tourism mampu menggerakkan berbagai sektor secara bersamaan, mulai dari promosi wisata hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Ini sangat mendukung pariwisata Jawa Tengah. Selain promosi wisata, juga menjadi kampanye hidup sehat. Secara tidak langsung UMKM bergerak, ekonomi masyarakat tumbuh, dan masyarakat menjadi lebih sehat serta bersemangat,” ujar Ahmad Luthfi usai mengikuti kategori 5K.

READ  Persis Solo Terjepit di Zona Merah, Empat Laga Penentu Nasib Laskar Sambernyawa

Dalam kesempatan itu, Gubernur hadir bersama Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno serta Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto.

Tahun ini, jumlah peserta meningkat sekitar 40 persen dibanding penyelenggaraan sebelumnya.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari tiket pendaftaran yang habis hanya dalam waktu 30 menit setelah dibuka.

Mangkunegaran Run 2026 menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan Adeging Mangkunegaran ke-269 dengan tiga kategori lomba, yaitu 5K, 10K, dan Half Marathon.

Ahmad Luthfi mengikuti kategori 5K, sementara Sekda Jateng Sumarno turun pada kategori 10K.

Sumarno memulai lomba sekitar pukul 05.00 WIB dari Stadion Manahan.

Beberapa saat kemudian, Ahmad Luthfi bersama ribuan peserta kategori 5K juga memulai start dari lokasi yang sama.

Para peserta kemudian melintasi jalan protokol Kota Surakarta sebelum akhirnya finis di halaman parkir Pura Mangkunegaran.

Sepanjang lintasan, antusiasme warga sangat terasa. Kehadiran dekorasi khas budaya Jawa di area start dan finish semakin memperkuat identitas Mangkunegaran sebagai pusat budaya sekaligus destinasi wisata unggulan.

READ  Persis Solo Terjepit di Zona Merah, Empat Laga Penentu Nasib Laskar Sambernyawa

Ahmad Luthfi mengaku sangat terkesan dengan atmosfer acara dan keterlibatan masyarakat yang begitu tinggi.

“Ini bukan hanya seru, tapi luar biasa. Masyarakat sangat antusias. Saya ikut kategori 5K, dan event seperti ini benar-benar bisa menjadi motor penggerak daerah,” katanya.

Menurutnya, tren lari saat ini telah berkembang menjadi gaya hidup masyarakat modern, bukan sekadar aktivitas olahraga biasa.

Karena itu, event seperti Mangkunegaran Run dinilai sangat strategis untuk membangun ekosistem hidup sehat sekaligus memperkuat sektor ekonomi lokal.

Selain ribuan pelari dari berbagai daerah, acara ini juga melibatkan pelaku UMKM, pedagang lokal, serta panitia yang ikut meramaikan venue dan sepanjang rute lomba.

Kehadiran mereka semakin menegaskan dampak ekonomi dari penyelenggaraan event olahraga berskala besar.

Salah satu peserta yang ikut merasakan kemeriahan acara adalah Chef Arnold Poernomo.

READ  Persis Solo Terjepit di Zona Merah, Empat Laga Penentu Nasib Laskar Sambernyawa

Ia hadir untuk kedua kalinya dan mengaku terkesan dengan kualitas penyelenggaraan.

“Ini seru sekali, keren. Start dari Manahan Stadium memberi suasana yang sangat epic. Rutenya jelas, steril, dan udaranya juga sangat nyaman,” ujar Chef Arnold setelah mencapai garis finis.

Menurutnya, nilai tambah terbesar dari acara ini terletak pada sentuhan budaya yang hadir di sepanjang lintasan.

Pertunjukan tari tradisional dan musik khas Jawa memberikan pengalaman berbeda bagi para pelari.

“Ada nuansa budaya yang terasa sekali, ada tarian juga sepanjang rute. Itu membuat acara ini sangat spesial,” tambahnya.

Peserta lain, Yudina Larasati asal Jakarta, juga mengaku kagum dengan konsep acara yang memadukan olahraga dan budaya.

Ia datang bersama rombongan berjumlah 15 orang dan merasa pengalaman tersebut sangat berkesan.

“Saya kira hanya lomba lari biasa, ternyata sepanjang rute banyak pertunjukan seni dan budaya. Seru sekali. Solo benar-benar keren,” ungkapnya.

Berita Terkait

Persis Solo Terjepit di Zona Merah, Empat Laga Penentu Nasib Laskar Sambernyawa

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:11 WIB

7.750 Pelari Ramaikan Mangkunegaran Run 2026, Wisata dan UMKM Jateng Ikut Terdongkrak

Kamis, 30 April 2026 - 17:08 WIB

Persis Solo Terjepit di Zona Merah, Empat Laga Penentu Nasib Laskar Sambernyawa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!