SEMARANG | Kabarsatu.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN), koperasi, dan asosiasi peternak untuk mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah tersebut diwujudkan melalui kesepakatan penyerapan telur dan daging ayam lokal oleh seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Tengah.
Kesepakatan yang dicapai dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur Jawa Tengah itu menjadi upaya untuk menghubungkan kebutuhan bahan pangan program MBG dengan kepentingan peternak rakyat.
Dengan pola yang lebih terstruktur, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yakni memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat sektor peternakan daerah.
Dalam kesepakatan tersebut, SPPG diwajibkan menyajikan menu berbahan telur dan daging ayam masing-masing minimal dua kali dalam satu minggu.
Seluruh kebutuhan bahan baku akan dipasok oleh koperasi maupun asosiasi peternak lokal yang telah memenuhi standar kualitas yang ditentukan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap peternak lokal.
Menurutnya, seluruh rantai pasok bahan pangan untuk MBG perlu melibatkan pelaku usaha daerah agar dampak ekonominya dapat dirasakan secara luas.
Selain menjamin pasar bagi peternak, pemerintah juga menetapkan harga acuan pembelian guna menjaga stabilitas harga komoditas unggas.
Dengan mekanisme tersebut, peternak memperoleh kepastian usaha dan terlindungi dari fluktuasi harga yang merugikan.
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana, mengatakan bahwa kesepakatan ini akan menjadi pedoman bagi seluruh SPPG di Jawa Tengah.
Ia berharap penerapan menu berbahan telur dan ayam secara seragam dapat membantu meningkatkan serapan hasil peternakan sekaligus menjaga kestabilan harga di pasaran.
Dari sisi peternak, kebijakan ini disambut positif. Produksi telur dan ayam di Jawa Tengah yang selama ini mengalami surplus dinilai membutuhkan dukungan pasar yang berkelanjutan.
Kehadiran ribuan dapur MBG dipandang mampu menjadi salah satu solusi untuk menyerap kelebihan produksi tersebut.
Dengan penguatan tata kelola ini, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berfungsi sebagai program peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi daerah yang memberikan manfaat langsung bagi peternak rakyat di Jawa Tengah.







