Lawan Pinjol Ilegal dan Judi Online, Pemprov Jateng Gencarkan Edukasi Keuangan hingga Pelosok Desa

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarsatu.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan sebagai langkah nyata melindungi masyarakat dari ancaman pinjaman online ilegal, rentenir, hingga maraknya judi online.

Upaya tersebut dilakukan dengan memperluas edukasi keuangan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Program yang dijalankan melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang layanan keuangan yang aman dan legal, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap pembiayaan produktif bagi pelaku usaha.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pemerataan akses keuangan menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya, masih terdapat banyak potensi ekonomi di berbagai daerah yang belum berkembang optimal karena keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.

READ  Tahun 2026, Pemprov Jateng Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Jembatan di Sejumlah Daerah

Ia menilai pembangunan ekosistem keuangan yang inklusif harus mampu menjangkau seluruh wilayah, termasuk desa-desa, sehingga masyarakat dan pelaku UMKM dapat memperoleh akses pembiayaan yang memadai untuk mengembangkan usaha mereka.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru di sektor keuangan.

Kemudahan transaksi secara daring kerap dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk menawarkan pinjaman ilegal maupun praktik perjudian online.

Menurutnya, banyak masyarakat yang terjebak pinjaman ilegal karena prosesnya sangat mudah dan dapat dilakukan tanpa pengawasan keluarga.

Kondisi serupa juga terjadi pada perjudian daring yang kini menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

READ  Pemprov Jateng Permudah Layanan E-KTP, Warga Bisa Rekam dan Cetak di Rumah Rakyat

Karena itu, edukasi keuangan dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan dan tidak mudah tergiur tawaran yang merugikan.

Untuk memperluas jangkauan edukasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam menyampaikan sosialisasi hingga ke desa-desa.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penyebaran informasi mengenai bahaya pinjaman ilegal dan pentingnya menggunakan layanan keuangan resmi.

Kepala OJK Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, menyebut penguatan pembiayaan sektor pangan, peningkatan literasi keuangan, digitalisasi layanan keuangan daerah, serta penguatan sinergi dengan industri jasa keuangan menjadi fokus utama TPAKD pada tahun 2026.

Dari sisi ekonomi, Jawa Tengah menunjukkan perkembangan positif.

READ  Gubernur Ahmad Luthfi: Demonstrasi Sah, Asal Tertib dan Tidak Merugikan Masyarakat

Berdasarkan data OJK, pertumbuhan ekonomi provinsi ini pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,89 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Penyaluran kredit untuk sektor UMKM juga terus meningkat dan telah menembus ratusan triliun rupiah.

Di samping itu, berbagai program TPAKD telah memberikan dampak nyata.

Jutaan masyarakat telah mengikuti kegiatan literasi keuangan, jutaan pelajar memiliki rekening tabungan, dan program pembiayaan untuk melawan praktik rentenir terus berkembang dengan jumlah penerima manfaat yang semakin besar.

Melalui penguatan literasi keuangan dan perluasan akses layanan formal, Pemprov Jawa Tengah berharap masyarakat semakin terlindungi dari jebakan pinjol ilegal, rentenir, dan judi online, sekaligus mampu memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Berita Terkait

MBG Jadi Penopang Peternak Lokal, Jateng Tetapkan Skema Baru Penyerapan Telur dan Ayam
Perangi Fatherless, Pemprov Jateng Ajak Ayah Lebih Terlibat dalam Pendidikan Anak
Gubernur Ahmad Luthfi: Demonstrasi Sah, Asal Tertib dan Tidak Merugikan Masyarakat
Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Sensus Ekonomi 2026, Puluhan Ribu Petugas Siap Data Pelaku Usaha di Jateng
BPS Mulai Sensus Ekonomi 2026, Wagub Jateng Jadi Responden Pertama
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Kapolda Cup E-Sport 2026 untuk Jaring Talenta Muda
Wagub Jateng Dorong SPPG Prioritaskan Telur dari Peternak Daerah untuk Program MBG
Ahmad Luthfi Libatkan KPK Awasi Tambang, Jateng Siapkan Tata Kelola Lebih Bersih dan Berkelanjutan

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:00 WIB

MBG Jadi Penopang Peternak Lokal, Jateng Tetapkan Skema Baru Penyerapan Telur dan Ayam

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:34 WIB

Perangi Fatherless, Pemprov Jateng Ajak Ayah Lebih Terlibat dalam Pendidikan Anak

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:50 WIB

Lawan Pinjol Ilegal dan Judi Online, Pemprov Jateng Gencarkan Edukasi Keuangan hingga Pelosok Desa

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:38 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi: Demonstrasi Sah, Asal Tertib dan Tidak Merugikan Masyarakat

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:25 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Sensus Ekonomi 2026, Puluhan Ribu Petugas Siap Data Pelaku Usaha di Jateng

Senin, 15 Juni 2026 - 15:49 WIB

BPS Mulai Sensus Ekonomi 2026, Wagub Jateng Jadi Responden Pertama

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:52 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Kapolda Cup E-Sport 2026 untuk Jaring Talenta Muda

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:48 WIB

Wagub Jateng Dorong SPPG Prioritaskan Telur dari Peternak Daerah untuk Program MBG

Berita Terbaru

error: Content is protected !!