SEMARANG | Kabarsatu.id – STIKOM Semarang menggelar Seminar Nasional Jurnalistik 2026 dengan mengangkat tema “Profesi Wartawan di Era Digital dan AI” sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi yang mengubah wajah industri media.
Kegiatan yang berlangsung di Aula STIKOM Semarang, Minggu (21/6), dihadiri mahasiswa, insan pers, serta masyarakat umum.
Seminar ini menjadi forum untuk membahas berbagai tantangan dan peluang yang muncul seiring berkembangnya media digital dan teknologi kecerdasan buatan.
Peserta diajak memahami bagaimana profesi wartawan terus beradaptasi di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.
Ketua STIKOM Semarang, Dr. Hedy Rahmat, menuturkan bahwa dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik.
Menurutnya, seminar tersebut tidak hanya menjadi ajang akademik, tetapi juga sarana berbagi wawasan yang dapat memperkuat kemampuan literasi digital masyarakat.
Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu menyikapi berbagai informasi secara kritis dan bertanggung jawab.
Sebagai pembicara utama, Dr. Bambang Sadono menegaskan bahwa kemajuan teknologi bukan alasan untuk meragukan masa depan profesi wartawan.
Ia justru melihat hadirnya AI sebagai peluang bagi jurnalis untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas kompetensi.
Bambang mendorong generasi muda untuk terus mengasah kemampuan menulis sekaligus mengembangkan keterampilan lain yang relevan dengan kebutuhan industri media saat ini, seperti pengelolaan konten digital, penyuntingan multimedia, riset, hingga komunikasi publik.
Ia juga mengingatkan bahwa teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu.
Sementara itu, kualitas jurnalistik tetap ditentukan oleh kemampuan manusia dalam melakukan verifikasi, menjaga independensi, serta menjunjung tinggi etika profesi.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, STIKOM Semarang berharap dapat melahirkan insan media yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap menjadikan integritas dan profesionalisme sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi digital dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran media yang kredibel di era informasi yang terus berkembang.







