Jateng Siaga Hadapi Kemarau Panjang, Siapkan 123 Juta Liter Air Bersih

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Kabarsatu.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang tahun 2026 dengan menyiapkan 123 juta liter air bersih untuk masyarakat di wilayah rawan kekeringan.

Upaya ini dilakukan lebih awal agar krisis air bersih dan ancaman terhadap sektor pertanian dapat diminimalkan.

BPBD Provinsi Jawa Tengah bersama BPBD kabupaten dan kota telah menyusun langkah distribusi air bersih untuk 18 daerah yang diperkirakan mengalami dampak kekeringan selama musim kemarau berlangsung.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa persiapan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif yang dilakukan sejak awal tahun.

Selain menyiapkan cadangan air bersih, pihaknya juga terus memperbarui data wilayah rawan kekeringan agar penanganan berjalan lebih tepat sasaran.

READ  Jateng Jadi Pelopor, Pendidikan Koperasi Masuk Kurikulum SD hingga SMA

Menurutnya, Jawa Tengah berupaya memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi ketika musim kemarau mulai berlangsung.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota, sebanyak 123 juta liter air bersih telah tersedia dan siap didistribusikan ke wilayah terdampak.

Ia menyebut, meskipun saat ini sejumlah daerah masih mengalami hujan, prediksi cuaca menunjukkan Pulau Jawa akan memasuki musim kemarau mulai Juni hingga Desember 2026.

Kondisi tersebut diperkirakan memiliki pola yang hampir sama dengan kemarau pada tahun 2024.

Sebagai gambaran, pada musim kemarau 2024 lalu, BPBD Jawa Tengah bersama pemerintah daerah berhasil menyalurkan sekitar 54 juta liter air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekeringan.

READ  Luthfi Terima Top Regional Leader 2026, Penguatan UMKM dan Ekraf Jateng Tuai Apresiasi Nasional

Tahun ini, jumlah cadangan air yang disiapkan meningkat signifikan sebagai bentuk kesiapsiagaan yang lebih matang.

Selain ketersediaan air, BPBD juga mempersiapkan sarana pendukung seperti armada tangki pengangkut agar distribusi berjalan lancar.

Namun, pihaknya masih menghitung kebutuhan anggaran distribusi karena adanya kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi yang berpengaruh pada biaya operasional.

Bergas menegaskan, aspek pembiayaan menjadi perhatian penting agar penyaluran air bersih tetap optimal tanpa menghambat respons cepat saat kondisi darurat terjadi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk memastikan kesiapan menghadapi musim kemarau, khususnya pada daerah yang berpotensi mengalami kekeringan.

READ  Jalan Jepara–Keling Segera Dibeton, Pemprov Jateng Perkuat Jalur Ekonomi Strategis

Ia menilai penanganan dampak kemarau tidak hanya berfokus pada penyediaan air bersih, tetapi juga harus menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), terus diperkuat.

Menurutnya, seluruh elemen harus bergerak bersama agar dampak kekeringan tidak meluas, terutama terhadap target swasembada pangan di Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menambahkan bahwa penanganan darurat kekeringan membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk perusahaan strategis seperti PT Pertamina.

Ia menilai kerja sama tersebut penting untuk membantu kelancaran distribusi air bersih di lapangan, terutama saat kebutuhan masyarakat meningkat drastis akibat musim kemarau panjang.

Berita Terkait

YKB Jateng Perkuat Kualitas Pendidikan, Guru dan Kepala Sekolah Dibekali Penyusunan Kurikulum Berbasis Kebutuhan Zaman
MBG Jadi Penopang Peternak Lokal, Jateng Tetapkan Skema Baru Penyerapan Telur dan Ayam
Perangi Fatherless, Pemprov Jateng Ajak Ayah Lebih Terlibat dalam Pendidikan Anak
Lawan Pinjol Ilegal dan Judi Online, Pemprov Jateng Gencarkan Edukasi Keuangan hingga Pelosok Desa
Gubernur Ahmad Luthfi: Demonstrasi Sah, Asal Tertib dan Tidak Merugikan Masyarakat
Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Sensus Ekonomi 2026, Puluhan Ribu Petugas Siap Data Pelaku Usaha di Jateng
BPS Mulai Sensus Ekonomi 2026, Wagub Jateng Jadi Responden Pertama
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Kapolda Cup E-Sport 2026 untuk Jaring Talenta Muda

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:48 WIB

YKB Jateng Perkuat Kualitas Pendidikan, Guru dan Kepala Sekolah Dibekali Penyusunan Kurikulum Berbasis Kebutuhan Zaman

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:00 WIB

MBG Jadi Penopang Peternak Lokal, Jateng Tetapkan Skema Baru Penyerapan Telur dan Ayam

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:34 WIB

Perangi Fatherless, Pemprov Jateng Ajak Ayah Lebih Terlibat dalam Pendidikan Anak

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:50 WIB

Lawan Pinjol Ilegal dan Judi Online, Pemprov Jateng Gencarkan Edukasi Keuangan hingga Pelosok Desa

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:38 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi: Demonstrasi Sah, Asal Tertib dan Tidak Merugikan Masyarakat

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:25 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Sensus Ekonomi 2026, Puluhan Ribu Petugas Siap Data Pelaku Usaha di Jateng

Senin, 15 Juni 2026 - 15:49 WIB

BPS Mulai Sensus Ekonomi 2026, Wagub Jateng Jadi Responden Pertama

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:52 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Kapolda Cup E-Sport 2026 untuk Jaring Talenta Muda

Berita Terbaru

error: Content is protected !!