SEMARANG | Kabarsatu.id – Suasana kebersamaan begitu terasa di lingkungan RT 05 RW 03 Kelurahan Kaliwiru, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, saat warga bersama-sama melaksanakan penyembelihan hewan DAM Tamatu’ pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi masyarakat setempat.
Pasalnya, tahun ini warga tidak hanya menerima pembagian daging kurban, tetapi juga dipercaya menjadi lokasi penyembelihan puluhan kambing titipan jamaah haji dan para donatur.
Sejak pagi hari usai Salat Id, warga terlihat kompak membantu proses penyembelihan, pengemasan, hingga pendistribusian daging kurban.
Semangat gotong royong tampak kuat dalam setiap tahapan kegiatan.
Ketua RT 05 RW 03 Kaliwiru, Sugi Heri, mengaku bersyukur atas antusiasme masyarakat yang terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, warga sangat bersemangat. Amanah penyembelihan tahun ini mencapai 24 ekor kambing yang berasal dari berbagai pihak, termasuk jamaah haji dan sejumlah donatur,” katanya.
Ia menjelaskan, hewan kurban tersebut berasal dari BMT Puspa Artha Syariah, DAM jamaah haji, Jamaah Manakib Semoyo Endow, serta beberapa warga setempat.
Menurutnya, kegiatan kurban tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan masyarakat.
Pelaksanaan penyembelihan DAM Tamatu’ ini berada di bawah koordinasi PCM Candisari 1 bersama LazisMu.
Ketua PCM Candisari 1, Ari Puji Waluyo, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari amanah jamaah haji Muhammadiyah yang tergabung dalam Kloter 28 SOC.
Ari menerangkan, sebagian jamaah memilih melaksanakan penyembelihan DAM di Indonesia berdasarkan fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang membolehkan penyembelihan dilakukan di tanah air demi kemanfaatan yang lebih luas.
“Melalui program ini, manfaat daging kurban dapat langsung dirasakan masyarakat sekitar, khususnya warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari total 360 jamaah, sebanyak 150 jamaah memilih pelaksanaan penyembelihan DAM di Indonesia yang pendistribusiannya dilakukan melalui sejumlah PCM di Kota Semarang.
Dalam fatwa tersebut, penyembelihan DAM di tanah air diperbolehkan selama tetap memenuhi ketentuan syariat, baik terkait waktu pelaksanaan, kualitas hewan, maupun penyaluran daging kepada masyarakat yang berhak menerima.
Kegiatan penyembelihan di Kaliwiru pun berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan.
Warga berharap program serupa dapat terus berjalan karena memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat solidaritas antarwarga.
Sebagai penutup kegiatan, warga dan panitia turut memanjatkan doa bagi para jamaah haji agar senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.







