MAGELANG | Kabarsatu.id – Peringatan Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.
Dalam kesempatan tersebut, Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., CFrA., turut hadir bersama unsur Forkopimda dan tokoh agama untuk mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan umat Buddha.
Kehadiran Kasdam menjadi bagian dari dukungan Kodam IV/Diponegoro terhadap terciptanya suasana yang kondusif selama pelaksanaan Waisak.
Selain memberikan rasa aman kepada para peserta, kehadiran TNI juga mencerminkan komitmen dalam menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Perayaan Waisak tahun ini mengangkat tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” dengan subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia.”
Melalui tema tersebut, umat diajak untuk menjadikan ajaran kebajikan sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan saling menghormati.
Rangkaian acara dimulai dengan pelaksanaan ibadah di Candi Mendut yang dipimpin para bhikkhu sangha.
Setelah itu, umat mengikuti prosesi kirab menuju Candi Borobudur sambil membawa simbol-simbol keagamaan yang sarat makna spiritual.
Sepanjang perjalanan, ribuan peserta berjalan dengan tertib dalam suasana yang penuh penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, aparat gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya diterjunkan di sejumlah titik pengamanan.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh agenda berlangsung tanpa hambatan serta memberikan kenyamanan bagi para umat dan wisatawan yang hadir.
Perayaan Waisak di Borobudur tahun ini dihadiri lebih dari 20 ribu umat Buddha dari berbagai wilayah Indonesia maupun luar negeri.
Besarnya antusiasme peserta menunjukkan bahwa Borobudur tetap menjadi pusat perayaan Waisak yang memiliki nilai spiritual dan budaya yang kuat.
Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, panitia, dan masyarakat.
Semangat kebersamaan yang tercermin selama perayaan berlangsung sekaligus memperkuat pesan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus terus dijaga demi terciptanya persatuan dan kedamaian di Indonesia. (Pendam IV/Diponegoro).







