SEMARANG, Kabarsatu.id – PW GP Ansor Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam mencetak kader Banser yang memiliki kemampuan kepemimpinan, disiplin organisasi, serta kesiapan mengabdi di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) VIII yang diikuti utusan Satkorwil Banser Jawa Tengah.
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H M Shidqon Prabowo, menilai Susbanpim menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya kader Banser agar mampu menghadapi tantangan organisasi maupun persoalan sosial kemasyarakatan.
Saat memberikan pembekalan kepada calon peserta di Gedung PWNU Jawa Tengah, Jalan dr Cipto Kota Semarang, Rabu (6/5/2026), Shidqon menegaskan bahwa Susbanpim tidak sekadar agenda rutin kaderisasi.
Menurutnya, pendidikan tersebut menjadi proses pembentukan karakter dan kepemimpinan bagi kader Banser agar mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab.
“Susbanpim menjadi ruang pembinaan untuk mencetak kader yang siap memimpin dan siap mengabdi bagi organisasi maupun masyarakat,” ujarnya.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) itu juga meminta para peserta memanfaatkan pendidikan dengan sungguh-sungguh.
Ia berharap para kader yang lulus nantinya mampu menjadi penggerak organisasi di daerah masing-masing.
Selain memperkuat organisasi, Banser juga diharapkan terus hadir membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pengamanan kegiatan keagamaan, hingga menjaga kondusivitas wilayah.
Shidqon menilai peran Banser semakin penting di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Karena itu, kader Banser harus mampu menjaga integritas, loyalitas, serta kedisiplinan dalam menjalankan tugas organisasi.
“Banser harus hadir sebagai teladan dan menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga memastikan proses pembinaan terhadap kader tetap berjalan setelah pelaksanaan Susbanpim selesai.
PW GP Ansor Jawa Tengah bersama Satkorwil Banser akan melakukan monitoring dan pendampingan terhadap para lulusan agar tetap aktif dalam kegiatan organisasi.
Sementara itu, Kepala Satkorwil Banser Jawa Tengah, M Azil Maskur, mengatakan pembekalan calon peserta menjadi tahapan penting sebelum kader memperoleh rekomendasi resmi mengikuti Susbanpim.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai tanggung jawab kader setelah menyelesaikan pendidikan.
“Setelah Susbanpim, kader harus siap mendapat tugas kaderisasi dan penguatan organisasi Banser di berbagai daerah di Jawa Tengah,” jelasnya.
Melalui Susbanpim VIII, GP Ansor dan Banser Jawa Tengah berharap lahir kader-kader yang memiliki kemampuan kepemimpinan, wawasan organisasi, serta semangat pengabdian yang kuat untuk memperkuat gerakan Banser dan Nahdlatul Ulama di seluruh wilayah Jawa Tengah.







