Jateng Percepat Transisi Energi Bersih, Kendaraan Listrik Masih Nikmati Bebas Pajak

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarsatu.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mempertahankan kebijakan pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) bagi kendaraan listrik berbasis baterai.

Kebijakan tersebut kembali ditegaskan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat menghadiri peresmian empat dealer resmi BYD Haka Auto di Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang, Rabu (17/6/2026).

Menurut Sumarno, insentif tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus mendorong penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

“Untuk kendaraan listrik berbasis baterai, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih memberikan pembebasan PKB dan BBNKB,” ujarnya.

Kebijakan itu mengacu pada Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/161 Tahun 2026 tentang Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor bagi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai yang ditetapkan pada 29 Mei 2026.

READ  Ribuan Guru dan Tendik Semarakkan Fun Run 5K di Selo Boyolali, Sekda Jateng Ikut Berlari

Dalam sambutannya yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, Sumarno menyambut positif ekspansi BYD Haka Auto melalui pembukaan cabang baru di Semarang, Solo, Magelang, dan Klaten.

Kehadiran jaringan dealer baru dinilai dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Jawa Tengah.

Ia menjelaskan, kendaraan listrik memiliki banyak keuntungan, mulai dari mendukung pengurangan emisi hingga efisiensi biaya operasional.

Selain itu, Indonesia memiliki potensi sumber energi yang melimpah untuk menopang kebutuhan kendaraan listrik di masa depan.

“Potensi energi kita sangat besar, baik dari tenaga surya, angin, maupun panas bumi. Ini menjadi modal penting untuk mendukung transisi energi nasional,” katanya.

Sumarno juga membagikan pengalamannya menggunakan kendaraan listrik sebagai mobil dinas selama hampir tiga tahun.

READ  Jawa Tengah Semakin Menarik Investor, Puluhan Pengusaha Nasional Datang Jajaki Kerja Sama

Menurutnya, biaya operasional kendaraan listrik jauh lebih hemat dibandingkan kendaraan konvensional berbahan bakar minyak.

Ia mencontohkan perjalanan dinas hingga wilayah Jawa Timur yang hanya membutuhkan biaya pengisian daya sekitar Rp178 ribu, sementara biaya perjalanan tol mencapai hampir tiga kali lipatnya.

Selain mendorong penggunaan kendaraan listrik, Sumarno mengingatkan pentingnya layanan purna jual bagi konsumen.

Menurutnya, kualitas layanan setelah pembelian menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.

“Semoga langkah ini menjadi bagian dari transformasi Jawa Tengah menuju pemanfaatan energi hijau yang lebih luas,” tuturnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menilai Jawa Tengah memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa.

Karena itu, wilayah ini dipandang memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak perkembangan kendaraan listrik nasional.

READ  Apindo Jateng Resmi Dilantik, Kolaborasi Pengusaha dan Pekerja Didorong Perkuat Ekonomi Daerah

Ia menegaskan bahwa percepatan penggunaan kendaraan listrik membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, industri, penyedia infrastruktur hingga masyarakat.

“Kolaborasi yang kuat akan menjadi kunci dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Di sisi lain, CEO BYD Haka Auto (PT Bumi Hijau Motor), Hariadi Kaimuddin, mengatakan kendaraan listrik tidak hanya menawarkan efisiensi biaya bagi pengguna, tetapi juga berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak.

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya energi yang melimpah sehingga pengembangan kendaraan listrik dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

“Dengan memanfaatkan sumber energi yang tersedia di dalam negeri, kendaraan listrik dapat menjadi solusi menuju kemandirian energi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jawa Tengah Semakin Menarik Investor, Puluhan Pengusaha Nasional Datang Jajaki Kerja Sama
Investasi Rp15 Triliun Masuk Kendal, Industri Kendaraan Listrik Siap Buka 10 Ribu Lapangan Kerja
BPD Diminta Jadi Motor Penggerak UMKM di Tengah Tantangan Fiskal Daerah
Apindo Jateng Resmi Dilantik, Kolaborasi Pengusaha dan Pekerja Didorong Perkuat Ekonomi Daerah
Jateng Bidik Pasar Global Lewat Pengembangan Wisata Ramah Muslim dan Ekonomi Syariah
Akhir Pekan Jelang Iduladha, Penumpang Kereta di Daop 4 Semarang Tembus 109 Ribu Orang
CJIBF 2026 Dorong Investasi Hijau, Jateng Siapkan 12 Kawasan Industri Baru
UMKM Sumbang Lebih dari 20 Persen Investasi Jawa Tengah, Bukti Kuatnya Ekonomi Kerakyatan

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:44 WIB

Jawa Tengah Semakin Menarik Investor, Puluhan Pengusaha Nasional Datang Jajaki Kerja Sama

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:27 WIB

Jateng Percepat Transisi Energi Bersih, Kendaraan Listrik Masih Nikmati Bebas Pajak

Senin, 15 Juni 2026 - 21:13 WIB

Investasi Rp15 Triliun Masuk Kendal, Industri Kendaraan Listrik Siap Buka 10 Ribu Lapangan Kerja

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:53 WIB

BPD Diminta Jadi Motor Penggerak UMKM di Tengah Tantangan Fiskal Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:29 WIB

Apindo Jateng Resmi Dilantik, Kolaborasi Pengusaha dan Pekerja Didorong Perkuat Ekonomi Daerah

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:57 WIB

Jateng Bidik Pasar Global Lewat Pengembangan Wisata Ramah Muslim dan Ekonomi Syariah

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:47 WIB

Akhir Pekan Jelang Iduladha, Penumpang Kereta di Daop 4 Semarang Tembus 109 Ribu Orang

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:24 WIB

CJIBF 2026 Dorong Investasi Hijau, Jateng Siapkan 12 Kawasan Industri Baru

Berita Terbaru

error: Content is protected !!