Jalur Curam Silayur Rawan Kecelakaan, Pemkot Semarang Tingkatkan Pengawasan dan Keselamatan Jalan

M Alim Nawawi

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Kabarsatu.id – Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat upaya pengendalian keselamatan lalu lintas di kawasan Jalan Prof. Hamka–Moch. Ichsan atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai jalur Silayur, Kecamatan Ngaliyan.

Kawasan ini selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan bertonase besar yang melintas dari jalur Pantura menuju wilayah Semarang Barat.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan kondisi geografis jalan menjadi salah satu penyebab utama tingginya risiko kecelakaan di jalur tersebut.

Menurutnya, tanjakan Silayur memiliki karakteristik ekstrem dengan elevasi yang panjang dan cukup curam sehingga membutuhkan perhatian serius, khususnya untuk kendaraan berat.

Jalan Moch. Ichsan di kawasan Silayur memiliki panjang tanjakan sekitar 649 meter dengan tingkat kemiringan antara 9 hingga 13,2 persen.

READ  May Day 2026: Buruh Jateng Turun ke Jalan, Apresiasi Ada, Tekanan Tetap Menguat

Kondisi ini tergolong cukup berat bagi kendaraan besar, terutama truk bermuatan penuh.

Situasi tersebut sering memicu gangguan pengereman, penurunan performa mesin, hingga potensi kecelakaan lalu lintas.

Selain kondisi jalan yang menantang, tingginya mobilitas kendaraan logistik dan angkutan bertonase besar turut memperbesar risiko kecelakaan.

Pemerintah Kota Semarang menilai kendaraan bermuatan berlebih serta kendaraan berat yang beroperasi tidak sesuai aturan menjadi salah satu faktor dominan penyebab insiden di jalur Silayur.

Pertumbuhan kawasan industri dan permukiman di wilayah Semarang Barat juga ikut meningkatkan kepadatan lalu lintas.

Kawasan Industri Candi, BSB, serta perkembangan hunian di sekitar Ngaliyan menjadikan jalur Silayur sebagai akses utama distribusi barang dan mobilitas masyarakat setiap hari.

READ  Pangdam IV/Diponegoro Perkuat Pendam dengan Kamera Profesional dan Seragam Tactical Office

Di sisi lain, lebar jalan yang terbatas akibat proses pembebasan lahan yang belum sepenuhnya selesai juga menjadi kendala tersendiri.

Kondisi ini membuat ruang gerak kendaraan semakin sempit, terutama saat kendaraan besar melintas bersamaan dari dua arah.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Pemkot Semarang telah melakukan berbagai langkah penanganan secara bertahap bersama sejumlah instansi terkait.

Dinas Perhubungan melakukan pemasangan perlengkapan jalan, penambahan marka, pita kejut, serta rambu petunjuk dan informasi jam operasional kendaraan berat.

Selain itu, pemerintah juga memasang portal pembatas kendaraan besar agar kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan tidak melintas di kawasan tersebut.

READ  Ratna Curhat ke Ahmad Luthfi, Tetap Narik Ojol Sambil Asuh Anak Demi Kebutuhan Keluarga

Petugas lapangan dan posko portabel juga disiagakan guna memperkuat pengawasan arus lalu lintas.

Penutupan beberapa titik putar balik atau u-turn di sekitar Ruko Taman Ngaliyan, RS Permata Medika hingga Citadel Square juga dilakukan untuk mengurangi hambatan samping dan memperlancar arus kendaraan.

Agustina menegaskan penanganan jalur Silayur membutuhkan proses berkelanjutan karena berkaitan dengan topografi, pertumbuhan kawasan, hingga pengaturan lalu lintas logistik.

Namun, pemerintah memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Pemkot Semarang juga mengimbau seluruh pengemudi, khususnya kendaraan berat, agar mematuhi aturan tonase, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta menaati jam operasional demi keselamatan bersama.

Berita Terkait

Korban Banjir Sungai Plumbon Terima Bantuan, Pemerintah Siapkan Normalisasi dan Huntara
Ratna Curhat ke Ahmad Luthfi, Tetap Narik Ojol Sambil Asuh Anak Demi Kebutuhan Keluarga
Handi Priyanto Resmi Jabat Sekda Kota Semarang, Agustina Minta Langsung Kerja Cepat
Sedekah Bumi di Silayur, Warga Harapkan Keselamatan Pengguna Jalan
Jateng Percepat Penanganan Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Sampah Jadi Listrik
Kapolda Jateng Apresiasi Personel dan Mitra Berprestasi, Dorong Polri Melek Teknologi dan Dekat dengan Generasi Muda
Mulyono Siap Maju di Pilkades Batursari 2027, Warga Pucang Gede Beri Dukungan
Ratusan Relawan Mahasiswa Resmi Bergabung, PMI Kota Semarang Perkuat Aksi Kemanusiaan

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 01:15 WIB

Korban Banjir Sungai Plumbon Terima Bantuan, Pemerintah Siapkan Normalisasi dan Huntara

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:06 WIB

Ratna Curhat ke Ahmad Luthfi, Tetap Narik Ojol Sambil Asuh Anak Demi Kebutuhan Keluarga

Senin, 18 Mei 2026 - 21:00 WIB

Handi Priyanto Resmi Jabat Sekda Kota Semarang, Agustina Minta Langsung Kerja Cepat

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:20 WIB

Sedekah Bumi di Silayur, Warga Harapkan Keselamatan Pengguna Jalan

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:00 WIB

Jateng Percepat Penanganan Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Sampah Jadi Listrik

Senin, 11 Mei 2026 - 11:48 WIB

Kapolda Jateng Apresiasi Personel dan Mitra Berprestasi, Dorong Polri Melek Teknologi dan Dekat dengan Generasi Muda

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:27 WIB

Mulyono Siap Maju di Pilkades Batursari 2027, Warga Pucang Gede Beri Dukungan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:37 WIB

Ratusan Relawan Mahasiswa Resmi Bergabung, PMI Kota Semarang Perkuat Aksi Kemanusiaan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!