GROBOGAN | Kabarsatu.id – Dampak jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, beberapa waktu lalu masih dirasakan warga hingga sekarang.
Sejumlah lahan pertanian milik warga belum dapat dimanfaatkan akibat tertutup endapan lumpur banjir.
Permasalahan tersebut mencuat saat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menghadiri kegiatan penyaluran bantuan kemasyarakatan Presiden RI di halaman Masjid Roudlotul Jannah, Desa Tinanding, Rabu (27/5/2026).
Dalam kesempatan itu, seorang petani bernama Sumarsih menyampaikan langsung kondisi sawah miliknya yang seluas sekitar 1,5 hektare tidak lagi bisa digarap.
Menurutnya, banjir membawa material lumpur dalam jumlah besar hingga membuat permukaan sawah menjadi lebih tinggi dibanding lahan di sekitarnya.
Akibat perbedaan elevasi tersebut, air irigasi tidak dapat mengalir masuk ke area persawahan miliknya sehingga lahan menjadi kering dan tidak bisa ditanami.
“Saya berharap sawah ini bisa dikeruk supaya kembali normal dan bisa ditanami lagi,” ungkapnya di hadapan Sekda Jateng.
Mendengar keluhan itu, Sumarno bersama jajaran terkait langsung menuju lokasi untuk melihat kondisi sawah yang terdampak.
Dari hasil peninjauan sementara, sedimentasi lumpur dinilai cukup tebal dan menghambat sistem pengairan di area tersebut.
Menurut Sumarno, persoalan ini harus segera ditangani karena menyangkut mata pencaharian warga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Salah satu langkah yang dinilai paling memungkinkan adalah melakukan pengerukan agar permukaan tanah kembali sejajar dengan sawah di sekitarnya.
“Kalau elevasinya sudah kembali sama, air irigasi bisa masuk lagi dan sawah dapat digunakan untuk tanam,” jelasnya.
Ia juga menyebut kawasan Desa Tinanding termasuk wilayah pertanian produktif yang masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Kondisi tanah di wilayah tersebut dinilai sangat subur dan menjadi salah satu penopang pertanian di Kabupaten Grobogan.
Selain itu, saluran yang sebelumnya jebol merupakan jalur induk irigasi yang memiliki peran penting bagi kebutuhan pengairan sawah warga.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk menentukan langkah teknis penanganan lahan terdampak banjir agar bisa kembali produktif.
Sumarno menegaskan, upaya pemulihan akan diprioritaskan karena lahan tersebut menjadi sumber penghidupan utama bagi warga setempat.







