Jawa Tengah Jadi Pilot Project Nasional, Wagub Ajak Generasi Muda Kembangkan Industri Jamu

Rabu, 10 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarsatu.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pengembangan jamu tradisional sebagai produk unggulan yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.

Keterlibatan pelaku ekonomi kreatif dan generasi muda dinilai menjadi kunci agar jamu semakin diminati dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan jamu merupakan warisan leluhur yang harus dijaga sekaligus dikembangkan dengan pendekatan yang lebih modern.

Menurutnya, tren hidup sehat yang berkembang di masyarakat menjadi peluang besar untuk mengangkat kembali popularitas jamu sebagai pilihan minuman kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan sosialisasi Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.

READ  Gubernur Luthfi Fokuskan APBD Perubahan 2026 untuk Percepatan Perbaikan Jalan di Jawa Tengah

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin menegaskan bahwa berbagai daerah di Jawa Tengah telah menunjukkan inovasi dalam mengemas jamu sehingga lebih dekat dengan kalangan muda.

“Jamu tidak lagi identik dengan minuman tradisional yang hanya dikonsumsi generasi tua. Saat ini sudah banyak pelaku usaha yang mengemasnya secara kreatif sehingga menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah kafe dan ruang kreatif di kota-kota seperti Solo, Sukoharjo, dan Semarang mulai menghadirkan beragam menu berbahan dasar jamu.

Langkah tersebut dinilai mampu memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda.

Meski optimistis terhadap perkembangan industri jamu, Pemprov Jateng tetap mengingatkan pentingnya aspek keamanan produk.

READ  VIP Room Baru Adi Soemarmo Dibangun, Jawa Tengah Siapkan Gerbang Udara Bertaraf Internasional

Masyarakat diminta lebih cermat dalam memilih jamu dan memastikan produk yang dikonsumsi telah memenuhi standar kesehatan.

Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menempatkan Jawa Tengah sebagai daerah percontohan dalam pelaksanaan Program IDAMAN.

Keputusan tersebut diambil karena budaya konsumsi jamu di provinsi ini masih sangat kuat dan didukung oleh banyak pelaku usaha herbal tradisional.

Kepala BPOM RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menemukan sejumlah produk jamu yang mengandung bahan kimia obat serta produk ilegal yang beredar di pasaran.

Temuan tersebut menjadi perhatian serius karena dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap jamu yang selama ini dikenal aman dan alami.

READ  Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,89 Persen, Investasi dan Konsumsi Jadi Penggerak Utama

BPOM juga terus memperkuat pengawasan, baik melalui inspeksi lapangan maupun patroli siber, untuk menekan peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan.

Selain penindakan, pembinaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah terus dilakukan agar kualitas produk jamu semakin meningkat.

Taruna menilai peluang pasar jamu Indonesia masih sangat besar.

Dengan dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, industri jamu diyakini dapat berkembang menjadi sektor ekonomi yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

“Jamu adalah identitas budaya bangsa yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena itu, kualitas, keamanan, dan reputasinya harus dijaga bersama agar mampu menembus pasar internasional,” pungkasnya.

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:01 WIB

Jawa Tengah Jadi Pilot Project Nasional, Wagub Ajak Generasi Muda Kembangkan Industri Jamu

Berita Terbaru

error: Content is protected !!