GROBOGAN, Kabarsatu.id – Seorang pemuda bernama Yusuf Afandi (24), warga Godong, Kabupaten Grobogan, dilaporkan hanyut di Sungai Lusi yang berada di Dusun Brakas, Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, pada Senin (4/5/2026) siang sekitar pukul 13.30 WIB.
Peristiwa itu terjadi saat korban bersama lima rekannya sedang berburu biawak di sekitar aliran sungai tersebut.
Dalam aktivitas itu, Yusuf berinisiatif menyeberangi sungai dengan cara berenang menuju sisi seberang.
Namun nahas, saat berada di tengah sungai yang memiliki lebar sekitar 20 meter, korban diduga mulai kelelahan.
Kondisi arus yang cukup deras membuat Yusuf kesulitan mengendalikan diri hingga akhirnya terseret arus dan hanyut.
Rekan-rekan korban yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya meminta pertolongan.
Mereka kemudian melaporkan insiden itu kepada perangkat desa setempat yang selanjutnya meneruskan informasi kepada Basarnas Pos SAR Jepara.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan pihaknya segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan tim penyelamat ke lokasi kejadian.
“Kami menerima laporan adanya warga yang hanyut di Sungai Lusi, kemudian langsung memberangkatkan satu tim dari Pos SAR Jepara untuk melaksanakan pencarian,” ujar Budiono.
Tim SAR Pos Jepara bersama unsur SAR gabungan langsung melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai dari tepian maupun menggunakan perahu karet.
Area pencarian difokuskan hingga radius sekitar tiga kilometer dari titik awal korban diduga tenggelam.
Meski upaya pencarian telah dilakukan secara intensif, hingga hari kedua korban masih belum berhasil ditemukan.
Kondisi air sungai yang keruh serta arus yang masih cukup deras menjadi kendala utama bagi tim di lapangan.
“Memasuki hari kedua, korban masih belum ditemukan. Air sungai yang keruh dan arus deras cukup menyulitkan proses pencarian,” tambah Budiono.
Meski demikian, cuaca cerah pada hari ini memberikan harapan lebih besar bagi tim SAR untuk melanjutkan operasi pencarian secara maksimal.
“Cuaca hari ini cukup mendukung, sehingga kami berharap korban bisa segera ditemukan,” pungkasnya.







