SEMARANG | Kabarsatu.id – Lansia dan penyandang disabilitas memiliki peran penting dalam gerakan kemanusiaan. Pesan itu mengemuka dalam Kick Off Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang 2026 yang digelar di Gedung Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, Kamis (18/6/2026).
Ketua PMI Kota Semarang, Dr. dr. Awal Prasetyo, M.Kes., Sp.THT-KL., MM(ARS), menegaskan bahwa masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap lansia dan penyandang disabilitas.
Menurutnya, kedua kelompok tersebut bukan sekadar penerima bantuan, melainkan individu yang memiliki hak, kemampuan, dan kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi sesama.
Dalam kegiatan bertema “Sound for Humanity, Humanity for Elderly and People with Disability” itu, Awal menjelaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi landasan gerakan PMI sejalan dengan nilai Pancasila, khususnya sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
“Lansia dan penyandang disabilitas harus dipandang sebagai subjek yang memiliki hak yang sama sebagai manusia. Mereka berhak mendapatkan akses, kesempatan, dan penghormatan yang setara,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, semangat kemanusiaan yang dimiliki lansia terbukti dari tingginya partisipasi mereka dalam kegiatan donor darah.
Di PMI Kota Semarang, tercatat sekitar 1.500 pendonor aktif berasal dari kalangan lansia yang secara rutin mendonorkan darahnya.
Bahkan, PMI pernah mendapati seorang pendonor berusia 74 tahun yang masih aktif melakukan donor darah hingga ratusan kali.
Menurut Awal, hal tersebut menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk terus memberikan manfaat bagi orang lain.
“Mereka adalah contoh nyata bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial tidak mengenal batas usia,” katanya.
Selain itu, PMI juga terus mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
Selama memenuhi persyaratan kesehatan, penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pendonor darah dan berpartisipasi dalam aksi sosial lainnya.
Awal menegaskan bahwa yang dibutuhkan penerima donor adalah darah yang sehat dan aman, bukan melihat kondisi fisik pendonornya.
Karena itu, kesempatan untuk berbuat baik harus terbuka bagi siapa saja.
Melalui Bulan Kemanusiaan 2026, PMI Kota Semarang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap hak-hak lansia dan penyandang disabilitas.
Kepedulian tersebut tidak hanya diwujudkan melalui bantuan sosial, tetapi juga dengan memberikan akses yang setara dalam kehidupan sehari-hari.
“Kemanusiaan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu memberikan kesempatan yang sama kepada setiap orang untuk hidup bermartabat dan berkontribusi bagi sesama,” pungkasnya.







