Bahasa Jawa dan Naskah Kuno Harus Dijaga untuk Generasi Mendatang

M Alim Nawawi

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Kabarsatu.id – Pelestarian budaya daerah tidak hanya dilakukan melalui upacara adat atau kesenian tradisional, tetapi juga lewat kebiasaan sehari-hari seperti penggunaan bahasa Jawa di lingkungan keluarga.

Hal itu disampaikan Dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) UIN Walisongo Semarang, Dr. In’amuzzahidin, M.Ag atau yang akrab disapa Gus In’am.

Ia mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk membiasakan anak-anak berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa di rumah.

Menurutnya, langkah sederhana tersebut sangat penting agar bahasa daerah tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman.

Gus In’am menilai saat ini banyak keluarga lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari, bahkan di luar lingkungan pendidikan formal.

Kondisi itu, menurutnya, dapat membuat generasi muda semakin jauh dari akar budayanya sendiri.

Ia mengingatkan bahwa bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas suatu daerah.

READ  Polres Semarang Siagakan 400 Personel, Perayaan May Day 2026 di Ungaran Berjalan Aman dan Kondusif

Selain itu, bahasa Jawa juga mengandung nilai kesopanan dan tata krama yang penting untuk pembentukan karakter anak.

“Bahasa Indonesia memang digunakan untuk memudahkan proses belajar di sekolah dan kampus, tetapi bahasa Jawa harus tetap dibiasakan di rumah agar tidak hilang,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Penelusuran dan Penyelamatan Naskah Kuno yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Semarang di Hotel Grasia, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, kemampuan memahami bahasa Jawa juga sangat membantu dalam membaca dan menelaah naskah kuno yang banyak ditulis menggunakan bahasa daerah.

Karena itu, menjaga bahasa Jawa berarti juga ikut merawat warisan intelektual masa lalu.

Selain itu, ia mendorong masyarakat untuk lebih aktif mengadakan kajian ilmiah mengenai naskah kuno dan tokoh-tokoh lokal.

Menurutnya, keberadaan komunitas pecinta sejarah sangat penting dalam menghidupkan kembali warisan keilmuan tersebut.

READ  Jambore Inseminator dan Kontes Ternak 2026 Meriah, Optimisme Peternakan Wujudkan Ketahanan Pangan

Ia mencontohkan komunitas seperti Komunitas Pencinta Mbah Hasyim Asy’ari (Kopi Khas) dan Komunitas Pencinta Mbah Muslih bin Abdurrahman (Kopi Mulia) yang mampu menghadirkan banyak diskusi dan kajian berbasis sejarah tokoh.

“Jika setiap daerah memiliki komunitas yang serius merawat warisan sejarahnya, maka akan semakin banyak tokoh besar yang bisa digali dan dikenalkan kepada generasi muda,” jelasnya.

Gus In’am menambahkan, naskah kuno menjadi bukti ketulusan para ulama dan tokoh terdahulu dalam menyebarkan ilmu pengetahuan.

Mereka menulis bukan demi keuntungan, melainkan untuk meninggalkan ilmu yang bermanfaat bagi generasi selanjutnya.

“Dulu tidak ada royalti dalam menulis. Mereka menulis dengan niat menjaga ilmu pengetahuan. Karena itu, kita wajib mempelajari dan merawatnya,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komunitas Pencinta Mbah Sholeh Darat (Kopi Soda), Moh. Ichwan Dwi Saputro, menekankan pentingnya upaya penyelamatan naskah kuno agar tidak hilang atau bahkan diklaim oleh negara lain.

READ  Kapolda Jateng Apresiasi Personel dan Mitra Berprestasi, Dorong Polri Melek Teknologi dan Dekat dengan Generasi Muda

Ia menjelaskan bahwa sejumlah ulama Nusantara memiliki jaringan keilmuan hingga luar negeri, sehingga beberapa kitab dan manuskrip dicetak atau tersebar di berbagai negara. Kondisi itu memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

Menurutnya, negara perlu menyiapkan anggaran khusus untuk melindungi dan menyelamatkan naskah kuno yang diperjualbelikan agar tetap menjadi bagian dari warisan bangsa.

Ia juga mengajak masyarakat yang masih menyimpan naskah kuno untuk segera melakukan pengarsipan dan digitalisasi melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Semarang.

Dengan digitalisasi, naskah asli tetap aman tersimpan, sementara versi digital dapat menjadi cadangan apabila dokumen asli mengalami kerusakan akibat usia maupun faktor lainnya.

“Silakan menghubungi dinas kearsipan agar dibuatkan versi digital. Dengan begitu, isi dan nilai sejarah naskah tetap terjaga untuk masa depan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Jambore Inseminator dan Kontes Ternak 2026 Meriah, Optimisme Peternakan Wujudkan Ketahanan Pangan
Korban Banjir Sungai Plumbon Terima Bantuan, Pemerintah Siapkan Normalisasi dan Huntara
Ratna Curhat ke Ahmad Luthfi, Tetap Narik Ojol Sambil Asuh Anak Demi Kebutuhan Keluarga
Handi Priyanto Resmi Jabat Sekda Kota Semarang, Agustina Minta Langsung Kerja Cepat
Sedekah Bumi di Silayur, Warga Harapkan Keselamatan Pengguna Jalan
Jateng Percepat Penanganan Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Sampah Jadi Listrik
Kapolda Jateng Apresiasi Personel dan Mitra Berprestasi, Dorong Polri Melek Teknologi dan Dekat dengan Generasi Muda
Mulyono Siap Maju di Pilkades Batursari 2027, Warga Pucang Gede Beri Dukungan

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:16 WIB

Jambore Inseminator dan Kontes Ternak 2026 Meriah, Optimisme Peternakan Wujudkan Ketahanan Pangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 01:15 WIB

Korban Banjir Sungai Plumbon Terima Bantuan, Pemerintah Siapkan Normalisasi dan Huntara

Senin, 18 Mei 2026 - 21:00 WIB

Handi Priyanto Resmi Jabat Sekda Kota Semarang, Agustina Minta Langsung Kerja Cepat

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:20 WIB

Sedekah Bumi di Silayur, Warga Harapkan Keselamatan Pengguna Jalan

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:00 WIB

Jateng Percepat Penanganan Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Sampah Jadi Listrik

Senin, 11 Mei 2026 - 11:48 WIB

Kapolda Jateng Apresiasi Personel dan Mitra Berprestasi, Dorong Polri Melek Teknologi dan Dekat dengan Generasi Muda

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:27 WIB

Mulyono Siap Maju di Pilkades Batursari 2027, Warga Pucang Gede Beri Dukungan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:37 WIB

Ratusan Relawan Mahasiswa Resmi Bergabung, PMI Kota Semarang Perkuat Aksi Kemanusiaan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!