BULELENG | Kabarsatu.id – Kebangkitan seni dan budaya kembali terasa di Kecamatan Seririt. Ribuan warga memadati lokasi penyelenggaraan Pesona Seririt 2026 yang digelar pada Rabu (3/6/2026), menandai kembalinya festival budaya terbesar di wilayah tersebut setelah tujuh tahun tidak terselenggara.
Mengusung tema “Abhinaya Kumala: Ekspresi Keindahan”, festival ini menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional, atraksi budaya, serta kreativitas masyarakat yang menjadi cerminan kekayaan warisan budaya Bali.
Sejak pagi hingga malam hari, kawasan festival dipenuhi pengunjung dari berbagai desa.
Kehadiran mereka menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk kembali menikmati ruang budaya yang selama ini dirindukan.
Camat Seririt, Putu Satriawan, SH, MH, mengatakan bahwa Pesona Seririt merupakan momentum penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan berbasis budaya.
Menurutnya, pelestarian seni dan tradisi harus berjalan beriringan dengan upaya pengembangan potensi daerah agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.
“Festival ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda unggulan daerah,” ujarnya.
Berbagai simbol budaya yang ditampilkan dalam prosesi pembukaan turut memberikan makna mendalam.
Ornamen dan elemen artistik yang menghiasi panggung menggambarkan semangat masyarakat Seririt dalam menjaga tradisi sekaligus menyongsong masa depan yang lebih maju.
Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kembali festival tersebut.
Ia menilai keberhasilan Pesona Seririt 2026 merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat yang mampu membangun semangat gotong royong dan kebersamaan.
Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini memiliki peran strategis dalam memperkuat jati diri daerah sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam berbagai program pembangunan.
“Festival ini membuktikan bahwa budaya masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Antusiasme warga yang begitu besar menunjukkan bahwa pelestarian budaya harus terus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Selain menampilkan pertunjukan seni, festival juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka.
Ratusan pelajar, seniman muda, serta kelompok seni dari berbagai desa tampil membawakan beragam kreasi yang memukau penonton.
Kehadiran generasi muda dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya lokal di tengah derasnya pengaruh globalisasi.
Regenerasi pelaku seni yang berjalan baik diharapkan mampu memastikan tradisi tetap hidup dan berkembang.
Kesuksesan penyelenggaraan Pesona Seririt 2026 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, desa adat, tokoh masyarakat, komunitas seni, hingga aparat keamanan yang bersama-sama menjaga kelancaran acara.
Pemerintah Kecamatan Seririt bahkan berencana memperluas pelaksanaan festival pada tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak kelompok seni dan menampilkan potensi budaya yang belum sempat ditampilkan tahun ini.
Dengan tingginya partisipasi masyarakat dan semangat kolaborasi yang terbangun, Pesona Seririt 2026 menjadi bukti bahwa budaya tetap menjadi kekuatan pemersatu masyarakat.
Festival ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan tradisi, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat Seririt terhadap warisan budaya yang dimiliki.







