BATANG, Kabarsatu.id – Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Lukman Hakim, melakukan peninjauan langsung ke lokasi yang dipersiapkan untuk pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Sigayam, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Senin (18/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus memantau perkembangan pembangunan satuan baru yang akan memiliki peran strategis dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Kolonel Inf Lukman Hakim menjelaskan, pembangunan Yonif TP di wilayah Batang kini mulai memasuki tahap awal.
Fokus pekerjaan saat ini berada pada pembukaan lahan dan penataan area yang akan digunakan sebagai pusat kegiatan batalyon.
“Pembangunan di Kabupaten Batang ini sudah berjalan pada tahap awal, dimulai dari pembukaan lahan dan proses persiapan lainnya,” katanya.
Ia menyebut, pembentukan Yonif TP merupakan bagian dari upaya TNI dalam mendukung kebijakan prioritas Presiden Republik Indonesia, terutama pada sektor ketahanan pangan.
Kehadiran satuan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas pangan di daerah.
Selain fungsi pertahanan, Yonif TP juga akan menjalankan peran pembangunan wilayah melalui pemanfaatan potensi lokal.
TNI akan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Perhutani, untuk mengoptimalkan penggunaan lahan produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Lukman, prajurit yang ditempatkan di Yonif TP nantinya tidak hanya bertugas sebagai aparat pertahanan, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
“Prajurit TNI akan menjadi penggerak utama dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu masyarakat meningkatkan hasil produksi di wilayahnya,” ujarnya.
Yonif TP dirancang memiliki beberapa kompi khusus yang fokus pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.
Kehadiran kompi tersebut diharapkan mampu memperkuat produktivitas masyarakat sekaligus menciptakan ketahanan ekonomi yang lebih baik.
Di sisi lain, pembangunan batalyon ini juga diprediksi akan membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar.
Kehadiran satuan baru akan mendorong tumbuhnya berbagai sektor pendukung seperti usaha kuliner, jasa laundry, toko kebutuhan pokok, hingga berkembangnya pelaku UMKM.
“Kehadiran batalyon baru ini tentu akan memunculkan banyak peluang usaha baru. UMKM akan tumbuh, jasa pendukung juga meningkat, dan itu akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” tutupnya.







