Jateng Cetak Sejarah, Pendidikan Koperasi Masuk Sekolah dan Jangkau Jutaan Pelajar

Sabtu, 6 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarsatu.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mengawali langkah baru dalam dunia pendidikan dengan memasukkan materi perkoperasian ke dalam proses pembelajaran di sekolah.

Program yang diberi nama Insersi Pendidikan Perkoperasian tersebut menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi pertama di Indonesia yang menerapkannya secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Peluncuran program berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (5/6/2026), dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan dan koperasi.

Program ini ditargetkan menyentuh sekitar 6,38 juta siswa mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga sekolah luar biasa (SLB) di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, pendidikan koperasi menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda yang memiliki semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi.

READ  Tahun 2026, Pemprov Jateng Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Jembatan di Sejumlah Daerah

Menurutnya, koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan juga sarana pendidikan yang mengajarkan nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial.

Ia menjelaskan bahwa materi koperasi tidak akan menjadi mata pelajaran baru.

Konsep yang diterapkan adalah menyisipkan nilai dan pengetahuan perkoperasian ke dalam mata pelajaran yang sudah ada sehingga tidak menambah beban belajar siswa maupun sekolah.

Untuk mendukung pelaksanaannya, Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai perangkat pembelajaran, termasuk modul pendidikan koperasi yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

Selain itu, guru, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan juga telah mendapatkan pembekalan agar proses pembelajaran dapat berjalan optimal.

READ  Pemprov Jateng Permudah Layanan E-KTP, Warga Bisa Rekam dan Cetak di Rumah Rakyat

Pada tingkat sekolah dasar, siswa akan dikenalkan pada konsep dasar koperasi, kerja sama, dan budaya gotong royong. Sementara siswa SMP mulai mempelajari fungsi, manfaat, serta pengelolaan koperasi.

Di tingkat SMA dan SMK, pembelajaran akan diarahkan pada praktik koperasi dan pengembangan jiwa kewirausahaan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyambut baik langkah yang dilakukan Jawa Tengah.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan terobosan penting dalam menumbuhkan kembali pemahaman generasi muda terhadap sistem ekonomi yang berlandaskan nilai kebersamaan dan kekeluargaan.

Ia berharap program serupa dapat diadopsi oleh daerah lain sehingga pendidikan koperasi menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi kerakyatan yang lebih kuat di masa depan.

READ  BPD Diminta Jadi Motor Penggerak UMKM di Tengah Tantangan Fiskal Daerah

Ferry juga menilai koperasi memiliki potensi besar untuk menjadi wadah pengembangan usaha sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama.

Pendidikan koperasi dinilai tidak hanya memberikan pemahaman ekonomi, tetapi juga membentuk karakter peserta didik melalui penanaman nilai kejujuran, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Melalui program ini, Jawa Tengah berharap dapat melahirkan generasi yang memahami pentingnya kerja sama dalam membangun kesejahteraan bersama.

Pendidikan koperasi di sekolah diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang produktif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.

Berita Terkait

Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Jalan Rusak, Rp200 Miliar Anggaran Dialihkan
Jawa Tengah Pertahankan WTP ke-15 Kali Berturut-turut, Tindak Lanjut Temuan BPK Tertinggi Nasional
Tahun 2026, Pemprov Jateng Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Jembatan di Sejumlah Daerah
Rakor UDD PMI Jateng Digelar, Stok Darah Dipastikan Cukup untuk Penuhi Kebutuhan Pasien
Gubernur Luthfi Fokuskan APBD Perubahan 2026 untuk Percepatan Perbaikan Jalan di Jawa Tengah
Polisi Kembalikan Motor Hasil Ungkap Curanmor, Korban: Terima Kasih Polda Jateng
Ahmad Luthfi Tegaskan Komitmen Wujudkan Dunia Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
Ruas Randublatung–Cepu Masuk Tahap Lelang, Pemprov Jateng Percepat Perbaikan Infrastruktur di Blora

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 20:30 WIB

Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Jalan Rusak, Rp200 Miliar Anggaran Dialihkan

Senin, 8 Juni 2026 - 18:09 WIB

Jawa Tengah Pertahankan WTP ke-15 Kali Berturut-turut, Tindak Lanjut Temuan BPK Tertinggi Nasional

Minggu, 7 Juni 2026 - 05:32 WIB

Tahun 2026, Pemprov Jateng Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Jembatan di Sejumlah Daerah

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:36 WIB

Jateng Cetak Sejarah, Pendidikan Koperasi Masuk Sekolah dan Jangkau Jutaan Pelajar

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:25 WIB

Rakor UDD PMI Jateng Digelar, Stok Darah Dipastikan Cukup untuk Penuhi Kebutuhan Pasien

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:28 WIB

Gubernur Luthfi Fokuskan APBD Perubahan 2026 untuk Percepatan Perbaikan Jalan di Jawa Tengah

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:16 WIB

Polisi Kembalikan Motor Hasil Ungkap Curanmor, Korban: Terima Kasih Polda Jateng

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:30 WIB

Ahmad Luthfi Tegaskan Komitmen Wujudkan Dunia Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!