Nawal Yasin Dorong Posyandu Jadi Pusat Layanan Kesehatan Mental Perempuan

M Alim Nawawi

Selasa, 5 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Kabarsatu.id – Ketua Umum Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I., menegaskan bahwa kesehatan mental perempuan harus menjadi perhatian serius, terutama dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sosial.

Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-64 BKOW Jawa Tengah di Wisma Perdamaian, Minggu (3/5/2026).

Dalam acara tersebut, Nawal hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin.

Peringatan HUT BKOW tahun ini mengangkat tema “Mengelola Kesehatan Mental dalam Pengasuhan dan Interaksi Keluarga untuk Mencegah Burnout dan Toxic dalam Rumah Tangga.”

Tema ini dinilai sangat penting karena perempuan memiliki peran besar dalam menjaga keharmonisan keluarga.

Menurut Nawal, banyak perempuan saat ini harus menjalani peran ganda, bahkan menjadi kepala keluarga tunggal.

READ  Handi Priyanto Resmi Jabat Sekda Kota Semarang, Agustina Minta Langsung Kerja Cepat

Mereka menghadapi tekanan ekonomi sekaligus bertanggung jawab dalam pengasuhan anak.

Beban tersebut sering memicu kelelahan mental, stres, hingga gangguan emosional yang serius.

Karena itu, perhatian terhadap kesehatan mental perempuan tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan sepele.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BKOW Jawa Tengah terus menjalankan berbagai program pemberdayaan perempuan.

Salah satunya melalui program Destara atau Desa Sejahtera dan Sekolah Perempuan Kartini.

Program tersebut bertujuan memperkuat kapasitas perempuan agar lebih mandiri, tangguh, dan mampu menghadapi berbagai persoalan keluarga maupun sosial.

Selain itu, BKOW juga akan menggelar rembuk perempuan pesisir pada September mendatang.

Forum ini menjadi ruang diskusi bersama perempuan di wilayah pesisir untuk menyampaikan kebutuhan dan persoalan yang mereka alami.

READ  CJIBF 2026 Dorong Investasi Hijau, Jateng Siapkan 12 Kawasan Industri Baru

“Kami ingin mendengar langsung kebutuhan mereka, lalu bersama para pemangku kebijakan mencari solusi yang tepat dan berkelanjutan,” jelas Nawal.

Nawal juga menyoroti meningkatnya angka bunuh diri dan perceraian di Jawa Tengah.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat membutuhkan akses layanan kesehatan mental yang lebih dekat dan mudah dijangkau.

Karena itu, BKOW mendorong Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) agar berperan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan mental masyarakat.

Jawa Tengah memiliki 49.149 posyandu yang tersebar hingga tingkat desa dan kelurahan.

Jumlah tersebut menjadi kekuatan besar untuk menghadirkan layanan konseling jiwa secara lebih luas.

Meski Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat nasional belum memasukkan layanan kesehatan mental, Jawa Tengah mulai mengambil langkah lebih maju.

Kota Surakarta bahkan sudah membuka ruang konseling kesehatan mental melalui kerja sama dengan rumah sakit setempat.

READ  GP Ansor Jateng Dorong Lulusan Susbanpim Jadi Motor Penggerak Banser

Sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah, Nawal berharap inovasi tersebut dapat diterapkan secara merata di seluruh daerah.

Selain persoalan ekonomi, Nawal menilai paparan media sosial dan kehidupan serba instan di era digital turut menjadi penyebab meningkatnya gangguan mental, terutama pada generasi muda.

Menurutnya, generasi zilenial saat ini lebih rentan mengalami burnout, kecemasan berlebihan, hingga depresi karena tekanan sosial yang terus meningkat.

Ia menegaskan bahwa ketahanan mental harus menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga.

“Di era digital, semua serba cepat dan instan. Ketahanan emosi generasi muda menjadi lebih rentan terhadap burnout, kecemasan, dan depresi. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kita semua,” pungkasnya.

Berita Terkait

Korban Banjir Sungai Plumbon Terima Bantuan, Pemerintah Siapkan Normalisasi dan Huntara
Ratna Curhat ke Ahmad Luthfi, Tetap Narik Ojol Sambil Asuh Anak Demi Kebutuhan Keluarga
Handi Priyanto Resmi Jabat Sekda Kota Semarang, Agustina Minta Langsung Kerja Cepat
Sedekah Bumi di Silayur, Warga Harapkan Keselamatan Pengguna Jalan
Jateng Percepat Penanganan Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Sampah Jadi Listrik
Kapolda Jateng Apresiasi Personel dan Mitra Berprestasi, Dorong Polri Melek Teknologi dan Dekat dengan Generasi Muda
Mulyono Siap Maju di Pilkades Batursari 2027, Warga Pucang Gede Beri Dukungan
Ratusan Relawan Mahasiswa Resmi Bergabung, PMI Kota Semarang Perkuat Aksi Kemanusiaan

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 01:15 WIB

Korban Banjir Sungai Plumbon Terima Bantuan, Pemerintah Siapkan Normalisasi dan Huntara

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:06 WIB

Ratna Curhat ke Ahmad Luthfi, Tetap Narik Ojol Sambil Asuh Anak Demi Kebutuhan Keluarga

Senin, 18 Mei 2026 - 21:00 WIB

Handi Priyanto Resmi Jabat Sekda Kota Semarang, Agustina Minta Langsung Kerja Cepat

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:20 WIB

Sedekah Bumi di Silayur, Warga Harapkan Keselamatan Pengguna Jalan

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:00 WIB

Jateng Percepat Penanganan Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Sampah Jadi Listrik

Senin, 11 Mei 2026 - 11:48 WIB

Kapolda Jateng Apresiasi Personel dan Mitra Berprestasi, Dorong Polri Melek Teknologi dan Dekat dengan Generasi Muda

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:27 WIB

Mulyono Siap Maju di Pilkades Batursari 2027, Warga Pucang Gede Beri Dukungan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:37 WIB

Ratusan Relawan Mahasiswa Resmi Bergabung, PMI Kota Semarang Perkuat Aksi Kemanusiaan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!