Polresta Pati Kerahkan 1.456 Personel untuk Kawal Aksi Nelayan Secara Humanis

Alim Nawawi

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PATI, Kabarsatu.id – Polresta Pati mengerahkan sebanyak 1.456 personel gabungan untuk mengawal aksi penyampaian aspirasi dari kelompok nelayan yang berlangsung pada Senin (4/5/2026).

Seluruh personel menjalankan tugas dengan pendekatan humanis dan persuasif agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik.

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi memimpin langsung apel kesiapan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Pati sejak pukul 06.30 WIB.

Apel tersebut melibatkan personel Polri, TNI, serta sejumlah instansi pendukung lainnya.

Dalam arahannya, Kapolresta menegaskan bahwa aparat tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan pendapat secara damai.

Ia menekankan bahwa pendekatan persuasif harus menjadi prioritas utama di lapangan.

Menurutnya, kehadiran aparat harus memberi rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat, bukan menimbulkan ketegangan.

READ  Pasukan Kuning dan Pasukan Loreng Bersatu, Pengecoran Jalan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen Terus Dikebut

Karena itu, seluruh anggota wajib mengedepankan sikap ramah, santun, dan profesional.

Kapolresta menjelaskan bahwa aksi tersebut membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat di sektor perikanan.

Para nelayan berharap pemerintah memberi perhatian lebih terhadap harga hasil laut serta kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mereka.

“Kita harus mengawal aksi ini agar berjalan damai dan aspirasi nelayan bisa tersampaikan dengan baik,” ujar Jaka Wahyudi.

Ia meminta seluruh personel menjaga komunikasi yang baik dengan peserta aksi.

Tidak boleh ada tindakan represif yang dapat memicu suasana tidak kondusif.

Polisi harus hadir sebagai pelayan masyarakat dan penjaga ketertiban.

Kapolresta juga menaruh perhatian besar pada tim negosiator yang berperan penting dalam menjaga stabilitas selama aksi berlangsung.

READ  Premanisme Berkedok Ormas di Kudus, Pemda Bergerak, Penindakan Diuji Konsistensinya

Tim tersebut mendapat penguatan dari berbagai satuan, termasuk bantuan personel dari Polda Jawa Tengah.

Menurutnya, negosiator harus mampu menjalin komunikasi yang efektif, menyerap aspirasi peserta aksi, serta mencegah munculnya potensi gangguan keamanan.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar waspada terhadap kemungkinan adanya pihak luar yang mencoba menyusup dan membawa kepentingan lain di luar tuntutan utama nelayan.

Deteksi dini dan koordinasi antarpersonel menjadi kunci penting dalam mengantisipasi hal tersebut.

Kapolresta kembali menegaskan bahwa seluruh personel yang bertugas tidak membawa senjata api maupun alat lain yang dapat menimbulkan kesan represif, termasuk tongkat.

Langkah ini bertujuan menjaga suasana tetap sejuk dan humanis.

“Kita hadir untuk melayani masyarakat, bukan untuk menimbulkan rasa takut,” tegasnya.

READ  Penyuluhan PPGD di Rutan Salatiga Bekali Warga Binaan Hadapi Situasi Darurat

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menjelaskan bahwa kekuatan personel terdiri dari 1.040 anggota Polresta Pati, 244 personel BKO Polri dari jajaran Polda Jateng, serta 172 personel dari instansi terkait.

Instansi tersebut meliputi TNI, Subdenpom, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga Damkar. Semua unsur bersinergi untuk memastikan aksi berjalan aman dan tertib.

Artanto menegaskan seluruh personel telah menerima arahan agar menjalankan tugas secara profesional, terukur, dan tetap humanis.

Menurutnya, pengawalan aksi ini merupakan bentuk nyata pelayanan Polri kepada masyarakat.

Dengan kesiapan personel yang matang, penguatan tim negosiator, serta dukungan lintas instansi, Polresta Pati berharap aksi nelayan berlangsung damai, tertib, dan seluruh aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara maksimal.

Berita Terkait

Siswa SD di Pemalang Meninggal Dunia Saat Latihan Renang, Polisi Lakukan Penyelidikan
Penyuluhan PPGD di Rutan Salatiga Bekali Warga Binaan Hadapi Situasi Darurat
Propam Polresta Pati Pastikan Pengamanan Aksi Nelayan Berjalan Humanis Tanpa Senpi
PC JATMA Aswaja Jepara Resmi Dilantik, Siap Bergerak untuk Umat dan Bangsa
Polda Jateng Imbau Warga Tetap Tenang Menyikapi Aksi Nelayan di Pati
Pasukan Kuning dan Pasukan Loreng Bersatu, Pengecoran Jalan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen Terus Dikebut
Polres Demak Turunkan 250 Personel Kawal May Day
Premanisme Berkedok Ormas di Kudus, Pemda Bergerak, Penindakan Diuji Konsistensinya

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 10:01 WIB

Siswa SD di Pemalang Meninggal Dunia Saat Latihan Renang, Polisi Lakukan Penyelidikan

Senin, 4 Mei 2026 - 08:35 WIB

Penyuluhan PPGD di Rutan Salatiga Bekali Warga Binaan Hadapi Situasi Darurat

Senin, 4 Mei 2026 - 06:28 WIB

Polresta Pati Kerahkan 1.456 Personel untuk Kawal Aksi Nelayan Secara Humanis

Senin, 4 Mei 2026 - 04:22 WIB

PC JATMA Aswaja Jepara Resmi Dilantik, Siap Bergerak untuk Umat dan Bangsa

Senin, 4 Mei 2026 - 03:35 WIB

Polda Jateng Imbau Warga Tetap Tenang Menyikapi Aksi Nelayan di Pati

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:34 WIB

Pasukan Kuning dan Pasukan Loreng Bersatu, Pengecoran Jalan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen Terus Dikebut

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:46 WIB

Polres Demak Turunkan 250 Personel Kawal May Day

Kamis, 30 April 2026 - 18:50 WIB

Premanisme Berkedok Ormas di Kudus, Pemda Bergerak, Penindakan Diuji Konsistensinya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!