SRAGEN | Kabarsatu.id – Harapan masyarakat Sragen untuk menikmati jalan yang lebih nyaman dan aman segera terwujud.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp38,2 miliar guna memperbaiki sejumlah ruas jalan provinsi yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan.
Dua ruas yang menjadi prioritas penanganan adalah Jalan Sukowati dan Jalan Galeh–Ngrampal.
Kedua jalur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga serta aktivitas perekonomian daerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, bersama Bupati Sragen Sigit Pamungkas, telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi jalan yang akan diperbaiki.
Hasil peninjauan menunjukkan sejumlah titik mengalami kerusakan cukup berat sehingga membutuhkan penanganan segera.
Karena itu, Pemprov Jateng telah mengalokasikan dana khusus agar perbaikan dapat segera dilaksanakan.
Untuk Jalan Sukowati, anggaran yang disiapkan mencapai Rp16,5 miliar.
Perbaikan akan dilakukan pada ruas sepanjang satu kilometer dengan metode yang disesuaikan kondisi lapangan, mulai dari konstruksi beton hingga pelapisan aspal.
Sementara di ruas Galeh–Ngrampal, Pemprov mengucurkan dana Rp14,4 miliar untuk penanganan sepanjang satu kilometer.
Selain itu, terdapat tambahan anggaran APBD sebesar Rp7,3 miliar guna memperbaiki ruas lain sepanjang 700 meter.
Dengan total nilai proyek mencapai Rp38,2 miliar, pemerintah menargetkan pekerjaan fisik dapat dimulai pada awal Agustus 2026 dan selesai dalam kurun waktu sekitar lima bulan.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas menyambut baik langkah tersebut.
Ia menilai perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi jawaban atas keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak cukup lama.
Menurutnya, ruas Jalan Sukowati yang menjadi kewenangan provinsi memang merupakan titik dengan tingkat kerusakan paling tinggi sehingga perbaikannya sangat dinantikan warga.
Respons positif juga datang dari masyarakat sekitar.
Warga berharap perbaikan jalan dapat meningkatkan kenyamanan berkendara, memperlancar distribusi barang, serta mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama pada tahun 2026.
Melalui percepatan perbaikan jalan, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah semakin baik dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih merata.







