Unwahas Hadirkan Prodi Teknik Pertambangan dan Fisioterapi, Siap Cetak SDM Unggul

M Alim Nawawi

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Kabarsatu.id – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang memperluas layanan pendidikannya dengan membuka dua program studi (prodi) baru jenjang Strata Satu (S1), yaitu Teknik Pertambangan dan Fisioterapi.

Kedua prodi tersebut telah mengantongi izin operasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan siap menerima mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027.

Rektor Unwahas, Prof. Dr. Ur. Helmy Purwanto, menjelaskan bahwa Prodi Teknik Pertambangan masuk dalam Fakultas Teknik, sedangkan Prodi Fisioterapi berada di bawah Fakultas Keguruan, Olahraga, dan Kesehatan.

Menurutnya, pembukaan dua prodi baru ini menjadi langkah strategis kampus dalam menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus memperluas peluang pendidikan bagi generasi muda, khususnya di Jawa Tengah.

Unwahas juga telah menyiapkan seluruh fasilitas pendukung pembelajaran, termasuk ruang laboratorium dan sarana praktik yang memadai.

READ  Polrestabes Semarang Tindak Cepat Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UIN Walisongo

Seluruh proses akademik untuk kedua prodi baru tersebut akan berlangsung di Kampus II Unwahas yang berlokasi di Nongkosawit, Gunungpati, Kota Semarang.

Prof Helmy menyampaikan hal itu usai peluncuran Prodi Teknik Pertambangan bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di Hotel PO Semarang, Sabtu (9/5/2026).

“Kami menyiapkan fasilitas perkuliahan secara lengkap agar mahasiswa dapat langsung mengikuti proses belajar secara maksimal sejak awal masuk kuliah,” ujarnya.

Dengan hadirnya Prodi Teknik Pertambangan, Unwahas menjadi perguruan tinggi pertama di Jawa Tengah yang membuka jurusan tersebut.

Kehadiran prodi ini memberikan peluang besar bagi lulusan SMA dan SMK yang ingin menempuh pendidikan di bidang pertambangan tanpa harus kuliah ke luar daerah.

READ  Jalur Curam Silayur Rawan Kecelakaan, Pemkot Semarang Tingkatkan Pengawasan dan Keselamatan Jalan

Pada tahun pertama penerimaan mahasiswa baru, Unwahas membuka kuota sebanyak 40 mahasiswa. Hingga saat ini, sebanyak 26 calon mahasiswa telah mendaftar dan pihak kampus optimistis kuota tersebut akan terpenuhi.

Prof Helmy menjelaskan, pembukaan Prodi Teknik Pertambangan berangkat dari besarnya potensi sumber daya mineral di Indonesia yang belum tergarap secara maksimal.

Salah satu penyebabnya adalah masih terbatasnya tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang energi dan sumber daya mineral (ESDM).

Melalui prodi ini, Unwahas ingin melahirkan lulusan yang mampu mengelola potensi pertambangan secara profesional, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

READ  Korban Banjir Sungai Plumbon Terima Bantuan, Pemerintah Siapkan Normalisasi dan Huntara

“Kami ingin mencetak generasi yang siap mengelola kekayaan alam Indonesia secara optimal dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan apresiasi atas langkah Unwahas membuka Prodi Teknik Pertambangan.

Ia menilai sektor pertambangan merupakan bidang strategis yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga ahli untuk mengelola kekayaan alam nasional.

“Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar, mulai dari nikel, batu bara, hingga berbagai mineral lainnya.

Kita membutuhkan SDM profesional agar potensi itu benar-benar memberi manfaat bagi bangsa. Kami berharap Unwahas dapat berkontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan tersebut,” ujar Bahlil.

Berita Terkait

Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng 2026 Bersih dari Praktik Titipan
Jateng Jadi Pelopor, Pendidikan Koperasi Masuk Kurikulum SD hingga SMA
Live In di Desa Cendana, 102 Siswa SMPIT Nidaul Hikmah Belajar Mandiri dan Tinggalkan Gawai Sejenak
Hardiknas 2026 di Jateng, Ahmad Luthfi Jadikan Sekolah Tani Penggerak Ketahanan Pangan
Kemenag Siapkan Rp11,59 Triliun untuk Sertifikasi Guru
Penataan Prodi Diperkuat, Kemdiktisaintek Pastikan Tak Sekadar Ikuti Industri

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:24 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng 2026 Bersih dari Praktik Titipan

Senin, 11 Mei 2026 - 05:38 WIB

Unwahas Hadirkan Prodi Teknik Pertambangan dan Fisioterapi, Siap Cetak SDM Unggul

Rabu, 6 Mei 2026 - 07:35 WIB

Jateng Jadi Pelopor, Pendidikan Koperasi Masuk Kurikulum SD hingga SMA

Senin, 4 Mei 2026 - 08:28 WIB

Live In di Desa Cendana, 102 Siswa SMPIT Nidaul Hikmah Belajar Mandiri dan Tinggalkan Gawai Sejenak

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:30 WIB

Hardiknas 2026 di Jateng, Ahmad Luthfi Jadikan Sekolah Tani Penggerak Ketahanan Pangan

Kamis, 30 April 2026 - 18:26 WIB

Kemenag Siapkan Rp11,59 Triliun untuk Sertifikasi Guru

Kamis, 30 April 2026 - 17:46 WIB

Penataan Prodi Diperkuat, Kemdiktisaintek Pastikan Tak Sekadar Ikuti Industri

Berita Terbaru

error: Content is protected !!