Jateng Bidik Pasar Global Lewat Pengembangan Wisata Ramah Muslim dan Ekonomi Syariah

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOYOLALI | Kabarsatu.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menempatkan sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai dua pilar utama dalam strategi pembangunan ekonomi daerah menuju tahun 2027.

Langkah ini diyakini mampu membuka peluang investasi, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat identitas destinasi wisata ramah muslim agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Dalam Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 Wilayah Solo Raya yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Boyolali, Selasa (2/6/2026),

Luthfi menegaskan bahwa potensi wisata ramah muslim di Jawa Tengah sangat beragam dan tidak hanya terbatas pada wisata religi berupa makam tokoh-tokoh penyebar agama Islam.

Menurutnya, berbagai peninggalan sejarah seperti keraton, kawasan budaya, hingga situs-situs yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan peradaban Islam dapat dikembangkan menjadi destinasi unggulan melalui strategi promosi dan branding yang tepat.

READ  Libur Tanggal Merah Dimanfaatkan Warga Kauman untuk Gotong Royong Bersama Satgas TMMD

Ia menjelaskan, pengembangan wisata ramah muslim juga diarahkan untuk menjangkau wisatawan mancanegara, khususnya dari negara-negara Timur Tengah dan kawasan Melayu yang memiliki minat besar terhadap destinasi wisata bernuansa budaya dan religi.

Lebih lanjut, Luthfi menekankan bahwa konsep wisata ramah muslim harus diterapkan secara menyeluruh.

Selain menjamin ketersediaan makanan halal, destinasi wisata juga perlu didukung fasilitas ibadah yang memadai, layanan yang nyaman, serta paket perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan muslim.

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari sejumlah kepala daerah di kawasan Solo Raya.

Bupati Boyolali Agus Irawan menyatakan kesiapan daerahnya untuk memperkuat pengembangan desa wisata, UMKM, ekonomi kreatif, industri halal, serta destinasi wisata berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan kawasan Solo Raya.

READ  Polres Boyolali Jaga Kondusivitas Harlah ke-44 GPK Jateng-DIY di Kebun Raya Indrokilo

Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan bahwa sektor pariwisata di wilayahnya terus berkembang positif.

Klaten saat ini menjadi daerah dengan jumlah kunjungan wisatawan terbesar kedua di Jawa Tengah dan telah menyiapkan berbagai agenda wisata sepanjang tahun 2026.

Ia menambahkan, wisatawan asing mulai tertarik mengunjungi destinasi berbasis potensi desa yang dimiliki Klaten.

Selain itu, pengembangan kawasan geopark juga tengah dipersiapkan sebagai daya tarik baru di luar wisata candi dan sumber mata air.

Di Kabupaten Wonogiri, pemerintah daerah terus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi syariah melalui pengembangan kampung wisata, pelatihan kreator konten digital, serta percepatan sertifikasi halal bagi produk UMKM.

READ  Satresnarkoba Polres Boyolali Ringkus Pengedar Sabu 8,14 Gram di Ngemplak

Berbagai program tersebut ditargetkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat lokal.

Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto bahkan mengusulkan penyusunan Rencana Induk Pariwisata Solo Raya yang melibatkan seluruh daerah di kawasan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antardaerah akan menciptakan ekosistem pariwisata yang saling terhubung dan lebih kompetitif.

Dukungan serupa datang dari Sukoharjo dan Karanganyar yang terus mengembangkan desa wisata, seni budaya, sport tourism, eco culture tourism, hingga wellness tourism sebagai bagian dari strategi memperkuat daya tarik wisata daerah.

Melalui sinergi lintas wilayah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis sektor pariwisata ramah muslim dan ekonomi syariah dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru yang mampu membawa Jawa Tengah semakin dikenal di tingkat internasional pada tahun 2027.

Berita Terkait

BPD Diminta Jadi Motor Penggerak UMKM di Tengah Tantangan Fiskal Daerah
Apindo Jateng Resmi Dilantik, Kolaborasi Pengusaha dan Pekerja Didorong Perkuat Ekonomi Daerah
Akhir Pekan Jelang Iduladha, Penumpang Kereta di Daop 4 Semarang Tembus 109 Ribu Orang
CJIBF 2026 Dorong Investasi Hijau, Jateng Siapkan 12 Kawasan Industri Baru
UMKM Sumbang Lebih dari 20 Persen Investasi Jawa Tengah, Bukti Kuatnya Ekonomi Kerakyatan
Nawal Yasin Yakin UMKM Jawa Tengah Siap Bersaing di Pasar Global
Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,89 Persen, Investasi dan Konsumsi Jadi Penggerak Utama

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:53 WIB

BPD Diminta Jadi Motor Penggerak UMKM di Tengah Tantangan Fiskal Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:29 WIB

Apindo Jateng Resmi Dilantik, Kolaborasi Pengusaha dan Pekerja Didorong Perkuat Ekonomi Daerah

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:57 WIB

Jateng Bidik Pasar Global Lewat Pengembangan Wisata Ramah Muslim dan Ekonomi Syariah

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:47 WIB

Akhir Pekan Jelang Iduladha, Penumpang Kereta di Daop 4 Semarang Tembus 109 Ribu Orang

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:24 WIB

CJIBF 2026 Dorong Investasi Hijau, Jateng Siapkan 12 Kawasan Industri Baru

Senin, 11 Mei 2026 - 20:13 WIB

UMKM Sumbang Lebih dari 20 Persen Investasi Jawa Tengah, Bukti Kuatnya Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 10 Mei 2026 - 09:16 WIB

Nawal Yasin Yakin UMKM Jawa Tengah Siap Bersaing di Pasar Global

Rabu, 6 Mei 2026 - 04:55 WIB

Ekonomi Jawa Tengah Tumbuh 5,89 Persen, Investasi dan Konsumsi Jadi Penggerak Utama

Berita Terbaru

error: Content is protected !!