Kenaikan BBM Non-Subsidi Diwaspadai, Pemprov Jateng Siapkan Langkah Jaga Stabilitas Harga Pangan

Jumat, 12 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Kabarsatu.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menyikapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang mulai berlaku pada Juni 2026.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta seluruh jajaran terkait meningkatkan pengawasan terhadap pergerakan harga kebutuhan pokok guna mencegah dampak lanjutan terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.

Di sela agenda kerjanya di Jakarta, Kamis (11/6/2026), Luthfi menegaskan pentingnya langkah antisipatif sejak dini meskipun hingga saat ini harga bahan pokok di Jawa Tengah masih relatif stabil.

Menurutnya, kenaikan BBM berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan distribusi barang.

Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi tersebut dapat memicu kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat dalam waktu mendatang.

READ  Evaluasi Triwulan I, Pemprov Jateng Pacu Percepatan Program APBD 2026

Untuk menghadapi kemungkinan tersebut, Pemprov Jawa Tengah telah memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi tersebut difokuskan pada pemantauan harga dan ketersediaan pasokan di pasar-pasar tradisional maupun pusat distribusi.

Luthfi menjelaskan, hingga saat ini belum ditemukan gejolak signifikan pada harga bahan pokok penting.

Namun, pemerintah daerah tetap melakukan pemantauan secara berkala agar setiap perubahan kondisi dapat segera ditangani.

Menjaga stabilitas harga pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

READ  Kolaborasi Polda Jateng dan Komunitas Ojol Wujudkan Rumah Baru bagi Korban Kebakaran

Oleh sebab itu, TPID bersama BUMD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota diminta aktif mengawasi distribusi barang serta memastikan pasokan tetap tersedia.

Apabila terjadi lonjakan harga di pasaran, Pemprov Jateng siap mengoptimalkan peran BUMD melalui berbagai langkah intervensi, seperti operasi pasar dan penguatan distribusi komoditas strategis.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

Selain itu, pengawasan terhadap rantai distribusi juga akan diperketat guna mencegah praktik spekulasi yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak wajar.

Pemerintah ingin memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk meraih keuntungan berlebihan di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

READ  Tahun 2026, Pemprov Jateng Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Jembatan di Sejumlah Daerah

Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan penyesuaian harga BBM non-subsidi sejak 10 Juni 2026.

Harga Pertamax (RON 92) naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) mengalami kenaikan menjadi Rp17.000 per liter dari harga sebelumnya Rp12.900 per liter.

Menyikapi perubahan tersebut, Pemprov Jawa Tengah memilih melakukan langkah pencegahan lebih awal agar dampaknya terhadap harga pangan dan inflasi daerah dapat diminimalkan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan aktivitas ekonomi berjalan stabil.

Berita Terkait

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Kapolda Cup E-Sport 2026 untuk Jaring Talenta Muda
Wagub Jateng Dorong SPPG Prioritaskan Telur dari Peternak Daerah untuk Program MBG
Ahmad Luthfi Libatkan KPK Awasi Tambang, Jateng Siapkan Tata Kelola Lebih Bersih dan Berkelanjutan
Kolaborasi Polda Jateng dan Komunitas Ojol Wujudkan Rumah Baru bagi Korban Kebakaran
Luthfi Terima Top Regional Leader 2026, Penguatan UMKM dan Ekraf Jateng Tuai Apresiasi Nasional
Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Jalan Rusak, Rp200 Miliar Anggaran Dialihkan
Jawa Tengah Pertahankan WTP ke-15 Kali Berturut-turut, Tindak Lanjut Temuan BPK Tertinggi Nasional
Tahun 2026, Pemprov Jateng Prioritaskan Perbaikan Jalan dan Jembatan di Sejumlah Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:52 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Kapolda Cup E-Sport 2026 untuk Jaring Talenta Muda

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:48 WIB

Wagub Jateng Dorong SPPG Prioritaskan Telur dari Peternak Daerah untuk Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:40 WIB

Ahmad Luthfi Libatkan KPK Awasi Tambang, Jateng Siapkan Tata Kelola Lebih Bersih dan Berkelanjutan

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:54 WIB

Kenaikan BBM Non-Subsidi Diwaspadai, Pemprov Jateng Siapkan Langkah Jaga Stabilitas Harga Pangan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:45 WIB

Kolaborasi Polda Jateng dan Komunitas Ojol Wujudkan Rumah Baru bagi Korban Kebakaran

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:38 WIB

Luthfi Terima Top Regional Leader 2026, Penguatan UMKM dan Ekraf Jateng Tuai Apresiasi Nasional

Senin, 8 Juni 2026 - 20:30 WIB

Pemprov Jateng Kebut Perbaikan Jalan Rusak, Rp200 Miliar Anggaran Dialihkan

Senin, 8 Juni 2026 - 18:09 WIB

Jawa Tengah Pertahankan WTP ke-15 Kali Berturut-turut, Tindak Lanjut Temuan BPK Tertinggi Nasional

Berita Terbaru

error: Content is protected !!