May Day 2026: Buruh Jateng Turun ke Jalan, Apresiasi Ada, Tekanan Tetap Menguat

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | KabarSatu.id – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional 2026, ribuan buruh di Jawa Tengah bersiap menggelar aksi di depan DPRD Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat (1/5/2026). Aksi ini diproyeksikan menjadi panggung tekanan sekaligus evaluasi terhadap kebijakan ketenagakerjaan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Aulia Hakim, menegaskan bahwa May Day bukan sekadar seremoni, melainkan momentum perjuangan yang terus hidup.

“Kami membawa 11 isu nasional dan 3 isu daerah. Yang utama adalah mendesak pemerintah segera mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Desakan tersebut merujuk pada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168 Tahun 2023 yang mengamanatkan pembentukan regulasi baru dalam kurun dua tahun. Namun, hingga kini, buruh menilai prosesnya belum transparan dan cenderung berjalan lambat.

READ  Kilas Balik Politik: Ultimatum Prabowo hingga Target 25 Ribu Koperasi Merah Putih

Selain itu, buruh juga mengusung isu penghapusan sistem outsourcing, penolakan upah murah, hingga antisipasi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tekanan global dan serbuan impor. Reformasi pajak, penyelamatan industri tekstil dan nikel, hingga percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset turut menjadi bagian dari tuntutan.

Di tingkat daerah, isu seperti jaminan sosial pekerja konstruksi serta penerapan prinsip “sama kerja, sama upah” juga menjadi sorotan.

Meski demikian, kritik tidak berdiri sendiri. Buruh juga mengakui adanya sejumlah langkah progresif dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen.

READ  Persis Solo Terjepit di Zona Merah, Empat Laga Penentu Nasib Laskar Sambernyawa

Aulia menyebut program koperasi buruh sebagai salah satu terobosan yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan pekerja di luar skema upah.

“Ini langkah baru. Kalau dijalankan maksimal, bisa jadi model nasional,” katanya.

Program subsidi transportasi dengan tarif Rp1.000 juga dinilai meringankan beban buruh, terutama di kawasan industri. Sementara itu, penyediaan fasilitas penitipan anak (day care) bagi buruh perempuan dianggap menjawab kebutuhan riil di lapangan.

“Ini bukti ada keberpihakan. Bukan sekadar wacana,” tambahnya.

Namun, catatan kritis tetap disampaikan. Perwakilan FSPMI Jepara, Muhammad Difa Anggara, menilai implementasi Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) masih belum optimal.

READ  CJIBF 2026 Digelar di Semarang, 30 Investor dan 75 UMKM Siap Tampil

“Kami butuh ketegasan pemerintah daerah dalam menjalankan regulasi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua SPAMK FSPMI Semarang Raya, Mochammad Abidin. Ia menilai pemerintah perlu lebih serius mendorong kenaikan upah agar tetap kompetitif.

“Ada progres, tapi belum cukup. Kenaikan upah dan komunikasi yang intens masih jadi pekerjaan rumah,” katanya.

Aksi May Day tahun ini mencerminkan dua wajah gerakan buruh: apresiasi atas kebijakan yang mulai berpihak, sekaligus tekanan agar reformasi ketenagakerjaan tidak berjalan di tempat. Bagi buruh, perbaikan tidak cukup dimulai, tetapi harus dituntaskan.

Berita Terkait

Polres Semarang Siagakan 400 Personel, Perayaan May Day 2026 di Ungaran Berjalan Aman dan Kondusif
CJIBF 2026 Digelar di Semarang, 30 Investor dan 75 UMKM Siap Tampil
PKB Kendaraan Listrik di Jateng Masih Dikaji, Gubernur Tunggu Pembahasan DPRD

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:41 WIB

Polres Semarang Siagakan 400 Personel, Perayaan May Day 2026 di Ungaran Berjalan Aman dan Kondusif

Kamis, 30 April 2026 - 18:22 WIB

CJIBF 2026 Digelar di Semarang, 30 Investor dan 75 UMKM Siap Tampil

Kamis, 30 April 2026 - 17:54 WIB

May Day 2026: Buruh Jateng Turun ke Jalan, Apresiasi Ada, Tekanan Tetap Menguat

Kamis, 30 April 2026 - 17:49 WIB

PKB Kendaraan Listrik di Jateng Masih Dikaji, Gubernur Tunggu Pembahasan DPRD

Berita Terbaru

error: Content is protected !!