Hari Lahir Pancasila 2026, FH Untag Semarang Soroti Pentingnya Etika dalam Pemanfaatan AI

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarsatu.id – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat dinilai harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai moral dan kebangsaan.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan tasyakuran Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang.

Mengangkat tema “Pancasila Kompas Moral di Era Kecerdasan Buatan”, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi mengenai peran Pancasila dalam menjawab tantangan zaman yang ditandai oleh kemajuan teknologi digital.

Acara yang berlangsung penuh khidmat itu dihadiri pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Selain doa bersama, kegiatan juga diisi dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas lahirnya Pancasila yang hingga kini tetap menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dekan Fakultas Hukum Untag Semarang, Dr. Edi Pranoto, SH, MH, menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial.

READ  Sedekah Bumi di Silayur, Warga Harapkan Keselamatan Pengguna Jalan

Momentum tersebut, menurutnya, menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan sosial dan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Ia menjelaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman moral yang relevan untuk menjawab berbagai persoalan kontemporer.

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat dihadapkan pada berbagai tantangan seperti penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, perundungan siber, hingga polarisasi sosial yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa.

“Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat menjadi pedoman dalam membangun ruang digital yang sehat, beradab, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Edi, masyarakat yang mengamalkan nilai Pancasila akan lebih bijak dalam menggunakan teknologi.

Mereka tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, menghormati perbedaan pendapat, serta mengedepankan dialog yang santun dan berbasis fakta.

READ  Satu Aplikasi untuk Semua Urusan, Warga Semarang Kini Nikmati 20 Layanan Publik Lebih Mudah

Ia juga menyoroti perkembangan AI yang kini mulai digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, pelayanan publik, hingga dunia kerja.

Di balik berbagai manfaat tersebut, terdapat sejumlah risiko yang perlu diantisipasi, seperti manipulasi informasi, pelanggaran etika, bias data, hingga menurunnya tanggung jawab manusia dalam pengambilan keputusan.

Karena itu, Edi menilai Pancasila harus menjadi fondasi dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi.

Kemajuan teknologi, kata dia, tidak boleh mengesampingkan nilai kemanusiaan, keadilan, dan tanggung jawab sosial.

Dalam konteks dunia hukum, AI dinilai mampu membantu berbagai proses, mulai dari penelitian hukum, pengelolaan dokumen, hingga analisis data perkara.

Namun pemanfaatannya tetap harus berada dalam koridor hukum dan etika yang jelas agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

READ  Jateng Percepat Penanganan Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Sampah Jadi Listrik

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak generasi hukum yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian terhadap keadilan.

“Kampus hukum harus menjadi tempat lahirnya calon-calon penegak hukum yang berkarakter, memiliki kepekaan sosial, dan mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam setiap langkah pengabdiannya,” ungkapnya.

Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Fakultas Hukum Untag Semarang berharap semangat kebangsaan terus tumbuh di kalangan generasi muda, sekaligus menjadi landasan dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi di masa depan.

Dengan menjadikan Pancasila sebagai kompas moral, kemajuan teknologi diharapkan dapat berjalan seiring dengan terwujudnya kehidupan masyarakat yang adil, beradab, dan berkeadilan sosial. (hdw)

Berita Terkait

Aspirasi Warga Candirejo Sampai ke Bupati, Pemkab Semarang Janji Pelajari Seluruh Laporan
Bandara Ahmad Yani dan Basarnas Semarang Jalin Kerja Sama, Tingkatkan Kesiapan Hadapi Situasi Darurat
Semarang Zoo Sambut Kelahiran Dua Anak Kapibara, Kondisinya Sehat dan Aktif
Bedah Kasus Mantan Wali Kota Semarang Perlu Menjadi Evaluasi Menyeluruh terhadap Sistem Pemerintahan
Ratusan Calon Siswa Ikuti Verifikasi SPMB di SMK Negeri 1 Semarang, Proses Berjalan Tertib dan Lancar
Satpol PP Tertibkan Lapak PKL dan Parkir Tak Berizin di Kawasan Madukoro Semarang
Pemkot Semarang Tata Ulang Kawasan Samping The Park Mall, PKL dan Parkir Liar Ditertibkan
GPMP Tegaskan Pernyataan Harris Muntaha Soal TP3KS Merupakan Sikap Pribadi, Bukan Organisasi

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:41 WIB

Aspirasi Warga Candirejo Sampai ke Bupati, Pemkab Semarang Janji Pelajari Seluruh Laporan

Senin, 8 Juni 2026 - 17:49 WIB

Bandara Ahmad Yani dan Basarnas Semarang Jalin Kerja Sama, Tingkatkan Kesiapan Hadapi Situasi Darurat

Senin, 8 Juni 2026 - 08:53 WIB

Semarang Zoo Sambut Kelahiran Dua Anak Kapibara, Kondisinya Sehat dan Aktif

Senin, 8 Juni 2026 - 07:31 WIB

Bedah Kasus Mantan Wali Kota Semarang Perlu Menjadi Evaluasi Menyeluruh terhadap Sistem Pemerintahan

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:01 WIB

Ratusan Calon Siswa Ikuti Verifikasi SPMB di SMK Negeri 1 Semarang, Proses Berjalan Tertib dan Lancar

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:27 WIB

Satpol PP Tertibkan Lapak PKL dan Parkir Tak Berizin di Kawasan Madukoro Semarang

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:45 WIB

Pemkot Semarang Tata Ulang Kawasan Samping The Park Mall, PKL dan Parkir Liar Ditertibkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:12 WIB

GPMP Tegaskan Pernyataan Harris Muntaha Soal TP3KS Merupakan Sikap Pribadi, Bukan Organisasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!