Semarang Zoo Sambut Kelahiran Dua Anak Kapibara, Kondisinya Sehat dan Aktif

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG | Kabarsatu.id – Koleksi satwa di Semarang Zoo kembali bertambah. Dua ekor anak kapibara lahir dari salah satu induk yang berada di kawasan konservasi tersebut.

Kelahiran ini menjadi kabar menggembirakan karena menunjukkan keberhasilan perawatan dan pengembangbiakan satwa di lingkungan kebun binatang.

Kedua anakan kapibara yang lahir beberapa pekan lalu kini berada dalam kondisi sehat.

Mereka masih mendapatkan perhatian penuh dari induknya dan terus dipantau oleh tim dokter hewan serta para penjaga satwa.

Dokter hewan Semarang Zoo, drh. Nurul Fauziah, mengatakan bahwa usia kedua anak kapibara tersebut hampir mencapai satu bulan.

Hingga saat ini, jenis kelamin keduanya masih belum dapat dipastikan karena diperlukan pemeriksaan lebih detail.

READ  Pemkot Semarang Tata Ulang Kawasan Samping The Park Mall, PKL dan Parkir Liar Ditertibkan

“Kondisinya sehat dan pertumbuhannya berjalan baik. Mereka masih menyusu dan selalu bersama induknya. Untuk jenis kelamin belum bisa dipastikan hanya dari pengamatan visual,” ujarnya.

Kapibara yang berkembang biak di Semarang Zoo merupakan bagian dari koleksi satwa yang didatangkan melalui program pertukaran satwa non-dilindungi.

Sebelumnya, Semarang Zoo menerima empat ekor kapibara yang terdiri atas satu jantan dan tiga betina.

Program tersebut juga menghasilkan kelahiran seekor anak sitatunga yang kini tumbuh dengan baik.

Nurul menjelaskan bahwa setiap perkembangan populasi satwa, termasuk kelahiran, akan dicatat dan dilaporkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

READ  Pemkot Semarang Dorong Semangat Kebersamaan dan Kepedulian di Hari Raya Idul Adha

Saat ini, proses administrasi terkait penambahan jumlah kapibara masih berlangsung.

Untuk menjaga kondisi satwa tetap prima, Semarang Zoo menerapkan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Pengawasan dilakukan melalui observasi harian oleh para kiper yang kemudian didukung pemeriksaan langsung oleh dokter hewan.

“Kami memantau perilaku, aktivitas, kondisi fisik, hingga pola makan satwa. Jika ada perubahan yang tidak biasa, segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu, Rizky, salah satu kiper yang bertugas merawat kapibara, menuturkan bahwa satwa asal Amerika Selatan tersebut tergolong mudah dipelihara.

Sebagai hewan herbivora, kapibara mengonsumsi berbagai jenis tumbuhan dan sayuran sebagai makanan utama.

Ia juga mengungkapkan bahwa tanda-tanda kehamilan pada kapibara sering kali tidak terlalu mencolok.

READ  GP Ansor Jateng Dorong Lulusan Susbanpim Jadi Motor Penggerak Banser

Namun berkat pengamatan rutin setiap hari, para perawat dapat mengetahui perubahan yang terjadi pada induk.

“Kami bisa mengenali perubahan perilaku maupun bentuk tubuhnya karena setiap hari berinteraksi langsung dengan satwa tersebut,” katanya.

Selain pakan yang cukup, penyediaan kolam air juga menjadi bagian penting dalam perawatan kapibara.

Satwa semiakuatik ini membutuhkan air untuk berendam guna membantu menjaga suhu tubuh, terutama saat cuaca berubah-ubah.

Bertambahnya dua anak kapibara ini menjadi pencapaian positif bagi Semarang Zoo sekaligus menambah daya tarik bagi para pengunjung yang ingin melihat perkembangan satwa-satwa koleksi di kebun binatang tersebut.

Berita Terkait

Aspirasi Warga Candirejo Sampai ke Bupati, Pemkab Semarang Janji Pelajari Seluruh Laporan
Bandara Ahmad Yani dan Basarnas Semarang Jalin Kerja Sama, Tingkatkan Kesiapan Hadapi Situasi Darurat
Bedah Kasus Mantan Wali Kota Semarang Perlu Menjadi Evaluasi Menyeluruh terhadap Sistem Pemerintahan
Ratusan Calon Siswa Ikuti Verifikasi SPMB di SMK Negeri 1 Semarang, Proses Berjalan Tertib dan Lancar
Satpol PP Tertibkan Lapak PKL dan Parkir Tak Berizin di Kawasan Madukoro Semarang
Pemkot Semarang Tata Ulang Kawasan Samping The Park Mall, PKL dan Parkir Liar Ditertibkan
GPMP Tegaskan Pernyataan Harris Muntaha Soal TP3KS Merupakan Sikap Pribadi, Bukan Organisasi
Hari Lahir Pancasila 2026, FH Untag Semarang Soroti Pentingnya Etika dalam Pemanfaatan AI

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:41 WIB

Aspirasi Warga Candirejo Sampai ke Bupati, Pemkab Semarang Janji Pelajari Seluruh Laporan

Senin, 8 Juni 2026 - 17:49 WIB

Bandara Ahmad Yani dan Basarnas Semarang Jalin Kerja Sama, Tingkatkan Kesiapan Hadapi Situasi Darurat

Senin, 8 Juni 2026 - 08:53 WIB

Semarang Zoo Sambut Kelahiran Dua Anak Kapibara, Kondisinya Sehat dan Aktif

Senin, 8 Juni 2026 - 07:31 WIB

Bedah Kasus Mantan Wali Kota Semarang Perlu Menjadi Evaluasi Menyeluruh terhadap Sistem Pemerintahan

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:01 WIB

Ratusan Calon Siswa Ikuti Verifikasi SPMB di SMK Negeri 1 Semarang, Proses Berjalan Tertib dan Lancar

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:27 WIB

Satpol PP Tertibkan Lapak PKL dan Parkir Tak Berizin di Kawasan Madukoro Semarang

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:45 WIB

Pemkot Semarang Tata Ulang Kawasan Samping The Park Mall, PKL dan Parkir Liar Ditertibkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:12 WIB

GPMP Tegaskan Pernyataan Harris Muntaha Soal TP3KS Merupakan Sikap Pribadi, Bukan Organisasi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!