SEMARANG | Kabarsatu.id – Gerakan Pemuda Merah Putih (GPMP) Kota Semarang menegaskan bahwa pernyataan terkait evaluasi Tim Percepatan dan Pengendalian Pembangunan Kota Semarang (TP3KS) yang sebelumnya disampaikan Harris Muntaha kepada media bukan merupakan sikap resmi organisasi.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Divisi 5 Bidang Ketertiban Organisasi GPMP Kota Semarang, Endri Ristiadi, dalam konferensi pers yang digelar di Mijen, Kota Semarang, Kamis (4/6/2026) malam.
Menurut Endri, klarifikasi perlu dilakukan agar tidak muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai posisi resmi organisasi terhadap berbagai isu yang berkembang di ruang publik.
“Kami menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan Saudara Harris Muntaha kepada media tidak mewakili sikap resmi Gerakan Pemuda Merah Putih. Segala konsekuensi yang muncul dari pernyataan tersebut merupakan tanggung jawab pribadi yang bersangkutan,” ujar Endri.
Ia menjelaskan, Harris Muntaha saat ini sudah tidak lagi menjadi bagian dari kepengurusan maupun keanggotaan GPMP Kota Semarang.
Sebelumnya, Harris diketahui bergabung sebagai pengurus dengan jabatan sekretaris sejak 20 Mei 2026.
“Per tanggal 4 Juni 2026, yang bersangkutan sudah tidak tercatat sebagai anggota maupun pengurus GPMP,” katanya.
Meski demikian, Endri menegaskan bahwa berakhirnya keanggotaan Haris bukan karena keputusan pemberhentian dari organisasi.
Harris disebut telah mengajukan pengunduran diri secara resmi.
Menurut Endri, langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab untuk menjaga kondusivitas organisasi setelah muncul polemik terkait pernyataan yang disampaikan ke publik dengan membawa nama GPMP.
“Beliau mengundurkan diri atas kemauan sendiri demi menjaga nama baik organisasi. Kemungkinan ada penilaian bahwa pernyataan sebelumnya kurang tepat karena menyeret nama lembaga dalam persoalan yang bersifat pribadi,” jelasnya.
Saat ini, GPMP Kota Semarang tengah melakukan penataan dan penyegaran organisasi melalui proses reorganisasi kepengurusan.
Karena itu, setiap pernyataan yang disampaikan kepada publik harus melalui mekanisme organisasi dan mencerminkan keputusan lembaga secara resmi.
Didampingi Ketua Harian GPMP Kota Semarang, Danu Teguh Prasetyo, Endri menuturkan bahwa fokus utama organisasi saat ini adalah memperkuat kegiatan sosial-keagamaan serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui syiar selawat.
“Gerakan Pemuda Merah Putih memiliki semangat untuk membumikan selawat di tengah masyarakat. Kami berharap Kota Semarang semakin sejuk, damai, dan penuh kebersamaan melalui kegiatan-kegiatan yang membawa nilai persaudaraan,” ungkapnya.
Ia meyakini syiar selawat dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus menghadirkan suasana yang lebih harmonis di Kota Semarang.
Sebelumnya, Harris Muntaha dalam pernyataannya di media sempat menyampaikan desakan kepada Pemerintah Kota Semarang agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan TP3KS.
Harris menilai keberadaan tim tersebut belum menunjukkan kontribusi yang terukur terhadap percepatan pembangunan maupun peningkatan kualitas pelayanan publik.
Ia juga menyebut adanya potensi tumpang tindih fungsi antara TP3KS dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Pernyataan tersebut kemudian menuai perhatian publik dan memunculkan beragam respons.
Menyikapi hal itu, GPMP Kota Semarang menegaskan bahwa pandangan yang disampaikan Harris merupakan pendapat pribadi dan bukan hasil keputusan ataupun sikap resmi organisasi.







